Banggar DPR memproyeksikan defisit penuh 2026 bisa melebar ke Rp 734,3 triliun atau 2,85% dari PDB, di atas target 2,68%.

Tekanan fiskal mendorong pelemahan rupiah dan menambah ketidakpastian kebijakan.

Rupiah yang melemah memperburuk kondisi pasar valas, yang menjadi salah satu kriteria minus Indonesia dalam MSCI accessibility review.

Persepsi ketidakpastian arah kebijakan juga mempengaruhi penilaian kualitatif MSCI.

Dasar pasar Siklus 8 tetap di level 5.324,14 pada 8 Juni. IHSG pada 8 Juli di 5.873,37 menunjukkan momentum pemulihan belum solid.

Rupiah di Rp 18.127,99 dan DXY di 101,110 menambah tekanan eksternal.

Untuk memilah informasi, gunakan kerangka sound, noise, dan signal. Sound yang bisa diabaikan: narasi yang menyamakan situasi dengan krisis 1998 atau klaim berlebihan.

Noise: pergerakan harian IHSG tanpa konteks siklus.

Signal yang perlu diikuti: implementasi reformasi OJK, BEI, dan KSEI sebelum Oktober 2026; stabilisasi rupiah ke Rp 16.000-17.000; keputusan S&P sovereign rating; dan FTSE Annual Review Oktober 2026.

Meskipun S&P DJI dan S&P Global Ratings adalah entitas terpisah, keputusan sovereign rating akan mempengaruhi persepsi risiko Indonesia secara keseluruhan, berdampak pada rupiah, cost of funds, dan sentimen investor.

>>> Sidang dr. Tifa: Eksepsi 37 Halaman Dilayangkan, Tuding Dakwaan Lemah

Semua siklus pasar sebelumnya selalu berakhir dengan pemulihan penuh. Kunci bagi investor adalah disiplin untuk tidak membuat keputusan yang tidak bisa diputar ulang di tengah tekanan.