Di sana, Eren berhasil meyakinkan Ymir Fritz untuk memberinya kebebasan, sehingga Rumbling dimulai dengan membangkitkan para Wall Titan.

>>> Nagita Slavina Ungkap Alasan Pendapatan RANS Turun Dua Tahun Beruntun

Dampak dan Skala Kehancuran Rumbling

Setelah Wall Titan dibebaskan, jutaan raksasa bergerak menuju daratan utama dengan kecepatan luar biasa. Wilayah utara Marley hancur total tanpa menyisakan bangunan maupun kehidupan.

Kota, infrastruktur, dan jutaan manusia musnah akibat tekanan langkah Wall Titan yang sangat besar. Panas dari tubuh mereka juga membakar sisa-sisa yang tersisa, membuat jalurnya rata tanpa bekas.

Peristiwa itu akhirnya dihentikan oleh kerja sama Survey Corps dan pasukan Marley yang sebelumnya saling bermusuhan. Pengorbanan besar terjadi hingga Eren berhasil dikalahkan dan kehancuran berhenti secara permanen.

Dalam versi manga, sekitar delapan puluh persen populasi dunia telah musnah sebelum Rumbling dihentikan.

Skala kehancuran ini menjadikannya salah satu tragedi terbesar dalam cerita fiksi dengan akhir yang pahit.

Alasan Eren Melakukan Rumbling

Alasan utama Eren adalah melindungi Pulau Paradis dan bangsa Eldia dari ancaman dunia luar. Setelah melihat masa depan melalui Attack Titan, ia sadar perdamaian tidak akan pernah tercapai.

Bagi Eren, Rumbling menjadi satu-satunya cara untuk menghentikan siklus kebencian yang sudah berlangsung lama.

Ia memilih menanggung semua konsekuensi agar teman-temannya tidak perlu ikut terlibat dalam keputusan yang kejam.

Motivasi Eren juga dipengaruhi oleh takdir yang sulit dihindari karena kemampuan Attack Titan memperlihatkan masa depan. Ia mengetahui peristiwa itu akan terjadi dan merasa tidak memiliki pilihan lain.

Kesadaran ini membuat Eren terjebak antara kehendak bebas dan takdir. Di akhir, ia mengakui penyesalan, namun tetap merasa tidak ada jalan lain sejak awal.

Demikian pembahasan tentang Rumbling di Attack on Titan.

>>> Polisi Digigit Ular saat Kejar Tahanan Kabur, Sempat Dirawat Inap

Peristiwa ini bukan hanya kehancuran besar, tetapi juga simbol konflik, pilihan sulit, dan konsekuensi dari kebebasan yang diperebutkan.