Terungkap! Kronologi Lengkap Kasus 'King Cum': Mahasiswa Hukum Brawijaya Tersebar Foto Mahasiswi di Grup Dewasa Telegram
Ukuran Teks
Ironi Mahasiswa Hukum dan Reaksi Keras Netizen
Kasus ini memicu reaksi keras dari publik, terutama karena status pelaku yang merupakan mahasiswa hukum. Banyak yang menyayangkan bagaimana seseorang yang seharusnya memahami betul konsekuensi hukum dan menjunjung tinggi keadilan, justru menjadi predator bagi rekan-rekan perempuannya sendiri.
Unggahan kronologi di X tersebut langsung meledak, ditonton oleh lebih dari 423,4 ribu pengguna dan dibanjiri ratusan komentar yang mayoritas menyuarakan kemarahan serta dukungan bagi korban.
"Ya Allah lagi-lagi mahasiswa yang berprestasi, kenapa si burung lu pada gatel banget. Mending baik-baik belajar lu sampai jadi orang sukses banyak duit dah kelar hidup lu bakalan tenang, kalau udah begini gimana? Hidup lu yang kelar karena tingkah laku lu sendiri," cuit akun @zejayluv dengan nada geram.
Senada dengan itu, akun @kavicong menyoroti sisi psikologis dan sosial dari kasus ini, "Ternyata privilege pendidikan gak bisa memperbaiki sifat buruk seseorang."
Sementara itu, gelombang simpati mengalir deras untuk korban. Banyak pengguna yang memberikan dukungan moral agar korban tetap kuat menghadapi proses hukum dan pemulihan trauma.
"Ikut nangis lihat kronologinya, kak. Kuat selalu ya semoga setelah ini segala kejahatan terhindar dari kakak dan kebahagiaan selalu mengelilingi kakak. Send virtual hug," tulis akun @jstinkofiles dengan penuh empati.
Catatan Penting: Keamanan Perempuan di Kampus
Kasus 'King Cum' ini menjadi tamparan keras bagi seluruh institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Kampus seharusnya menjadi ruang aman (safe space) bagi seluruh mahasiswa untuk menimba ilmu tanpa rasa takut akan eksploitasi dan pelecehan.
Publik kini menanti langkah tegas dari pihak Universitas Brawijaya maupun aparat penegak hukum. Sanksi akademik hingga proses pidana harus ditegakkan tanpa pandang bulu, guna memberikan efek jera dan menjamin bahwa tidak akan ada lagi 'King Cum' lain yang bersembunyi di balik jas almamater kebanggaan. (*)







