Jadwal yang terlalu padat mengurangi waktu bermain, beristirahat, dan mengeksplorasi minat secara bebas.

Anak juga bisa menjadi kurang mandiri karena terbiasa dibantu atau diarahkan dalam setiap situasi. Kesempatan belajar dari kesalahan pun berkurang.

Bagi orang tua, pola asuh ini dapat memicu stres, kelelahan, hingga burnout. Keinginan selalu memberikan yang terbaik sering membuat mereka mengabaikan kebutuhan diri sendiri.

Cara Menerapkan Intensive Parenting Secara Sehat

Mengutip Harper West, orang tua tidak perlu berhenti terlibat. Yang penting adalah menjaga keseimbangan antara mendampingi dan memberi ruang bagi anak.

Tetapkan harapan yang realistis, baik untuk diri sendiri maupun anak. Hindari memenuhi jadwal anak dengan terlalu banyak kegiatan.

Berikan kesempatan anak mengambil keputusan sederhana sesuai usianya. Biarkan mereka menghadapi tantangan dan menyelesaikan masalah sendiri sebelum orang tua turun tangan.

Jangan ragu meminta bantuan pasangan, keluarga, atau orang terdekat. Luangkan waktu untuk merawat diri sendiri karena kesehatan fisik dan mental orang tua juga penting.

>>> Beckham Putra Akui Tak Kesulitan Ikuti Latihan Intensif TC Timnas Indonesia di Bali

Intensive parenting bukanlah pola asuh yang sepenuhnya baik atau buruk. Keterlibatan orang tua penting, tetapi anak juga butuh ruang untuk belajar mandiri dan menghadapi tantangan.