Terkait rencana pembangunan 2.000 titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Muhammadiyah (SPKL-MU), Tony melihatnya sebagai langkah positif.

Namun, menurutnya, menyediakan stasiun pengisian saja belum cukup untuk mengatasi problem transportasi di Indonesia.

Dia mengusulkan konsep TransportMU, yaitu layanan angkutan umum listrik yang menghubungkan berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), mulai dari kampus, rumah sakit, hingga sekolah.

"Penyebab utama tingginya konsumsi energi adalah ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi.

Kalau Muhammadiyah memiliki sistem transportasi umum listrik yang nyaman dan tepat waktu, warga akan terdorong untuk beralih," ucap Tony.

Menurutnya, transportasi publik berbasis listrik jauh lebih efektif karena bisa mengangkut banyak orang sekaligus, sehingga konsumsi energi lebih irit dan emisi bisa ditekan.

Intinya, suksesnya ekosistem kendaraan listrik bukan hanya dilihat dari banyaknya mobil listrik di jalan, tetapi dari sistem transportasi yang efisien dan berkelanjutan.

"Hal paling penting sebenarnya bukan sekadar mengganti mobil bensin menjadi mobil listrik. Tantangan utamanya adalah mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi melalui penyediaan transportasi publik yang aman," kata Tony.

>>> Future Rilis Album Studio Kesepuluh 'The Real Me'

"Jika seluruh aspek itu bisa berjalan bersama, barulah kita bisa mengatakan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia benar-benar berkelanjutan," tutupnya.