Setiap hari ia membersihkan tubuh Zhao, memijatnya, mengajaknya berbicara, sekaligus menjual lukisan secara daring untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Ayah dari anak yang diselamatkan Zhao juga tidak tinggal diam.

Meski kondisi ekonominya terbatas, ia dikabarkan meminjam dan menggalang dana hingga 45.000 yuan atau sekitar Rp 119 juta untuk membantu biaya perawatan Zhao.

Dalam proses pemulihan, dokter menyarankan Song untuk rutin memberikan rangsangan pada jari tangan dan kaki suaminya guna membantu pemulihan saraf.

>>> Viral Sedot Lemak Sendiri Rp 1,7 Juta, Dokter Peringatkan Bahayanya

Suatu hari, ia tanpa sengaja menggigit jari kaki Zhao dan melihat adanya respons kecil.

Sejak saat itu, Song menjadikan cara tersebut sebagai bagian dari rutinitas hariannya. Ia bahkan melapisi kaki suaminya dengan kantong makanan sebelum menggigit jari kakinya demi menjaga kebersihan.

Song meyakini metode tersebut ikut membantu membangunkan Zhao dari kondisi komanya.

Harapan mulai terlihat pada 2024 ketika Zhao perlahan membuka matanya. Meski saat itu belum mampu berbicara atau bergerak, responsnya terhadap rangsangan dari luar terus meningkat.

Song juga menjalani rutinitas rehabilitasi setiap hari dengan menyanyikan lagu untuk suaminya.

Selama bertahun-tahun, ia disebut hanya tidur kurang dari empat jam setiap malam demi mendampingi proses pemulihan Zhao.

Kini kondisi Zhao terus menunjukkan perkembangan. Ia sudah dapat memahami ucapan orang lain, mengangkat tangan sebagai respons, serta berdiri sejenak dengan bantuan.

Momen Mengharukan

Momen paling mengharukan terjadi pada 30 Juni lalu. Saat berbaring di ranjang rumah sakit, Zhao menoleh kepada istrinya dan berbisik, "Song Mei, aku mencintaimu."

Mendengar kalimat sederhana itu, Song langsung tertawa bahagia lalu menyandarkan kepalanya ke sang suami. Dalam latihan menulis yang dijalaninya, nama Song menjadi satu-satunya kata yang berhasil ditulis Zhao.