>>> Netflix Uji Coba Kembali Penawaran Uji Coba Gratis di Sejumlah Negara

"Untuk harga nanti kita sesuaikan. Konsep ini akan dirapatkan dulu di Menko Pangan (Zulkifli Hasan) dan menunggu hasil rakortas.

Namun pada prinsipnya, Pak Mentan sudah menyetujui konsepnya," katanya.

Untuk tahap awal, Beras Kita akan dipasarkan dalam kemasan 5 kilogram, sama seperti SPHP saat ini. Namun Bulog membuka peluang menghadirkan ukuran lain apabila dibutuhkan pasar.

"Kalau nanti masyarakat menginginkan ukuran yang lebih besar atau lebih kecil, kami akan mengikuti kebutuhan pasar," ujar Rizal.

Ia juga memastikan stok beras SPHP yang saat ini masih beredar di pasar tidak akan ditarik selama belum ada keputusan resmi mengenai pergantian merek.

Menurutnya, kualitas produk tetap sama karena perubahan hanya dilakukan pada desain kemasan agar tampil lebih sederhana dan modern.

"Yang beredar sekarang tetap lanjut saja. Kualitasnya sama persis, tidak ada bedanya.

Hanya kemasannya yang kami buat lebih minimalis," katanya.

Rizal menambahkan seluruh beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang diserap Bulog saat ini masih berupa beras medium.

Nantinya, untuk menghasilkan Beras Kita Premium, beras tersebut akan melalui proses rice to rice, yakni dipoles dan disortir kembali hingga memenuhi standar kualitas premium dengan kadar air sekitar 14 persen dan tingkat patahan maksimal 15 persen.

Saat ini, lanjut Rizal, Bulog masih mengajukan permohonan pelaksanaan rakortas sebagai dasar pengambilan keputusan pemerintah terkait peluncuran merek baru tersebut.

>>> TF1: Kemitraan dengan Netflix Lampaui Target Audiens 18 Bulan dalam Kurang dari Tiga Minggu

Ia berharap proses pembahasan dapat segera dilakukan agar produksi Beras Kita bisa segera dimulai.