Saham PT JEC Eye Hospitals and Clinics Tbk (JECX) mengalami koreksi tajam pada perdagangan Kamis, 9 Juli 2026.

Harga saham JECX anjlok 14,87% ke level Rp1.660 per saham.

>>> Kolaborasi METRO dan Kemendag Buka Akses Produk UMKM ke Ritel Modern

Penurunan ini terjadi hanya dua hari setelah saham resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2026.

Sebelumnya, saham JECX sempat rally 62,5% dalam dua hari perdagangan pertama pasca IPO.

Aktivitas perdagangan didominasi oleh aksi jual asing (foreign sell) yang mencapai Rp5,81 miliar.

Namun, di sisi lain, terdapat aksi beli besar sebesar Rp13,3 miliar pada sesi penutupan.

Analis menilai aksi beli tersebut menunjukkan akumulasi investor domestik di level support Rp1.660. Hal ini mengindikasikan bahwa investor lokal masih optimistis terhadap prospek jangka panjang perusahaan.

>>> Messi Santai di Latihan Jelang Argentina vs Swiss di Perempat Final Piala Dunia 2026

IPO Sukses dengan Oversubscribed 62,5 Kali

IPO JECX tercatat sangat sukses dengan oversubscribed 62,5 kali. Perusahaan berhasil mengumpulkan dana segar sebesar Rp609,98 miliar.

Saham JECX juga langsung mendapatkan status syariah sejak listing, menambah daya tarik bagi investor yang ingin berinvestasi sesuai prinsip syariah.

Koreksi harga yang terjadi saat ini dinilai sebagai fenomena wajar pasca IPO (post-IPO correction). Setelah lonjakan signifikan, aksi ambil untung oleh investor asing menjadi pemicu utama penurunan.

Fundamental perusahaan tetap solid. JECX menargetkan pendapatan sebesar Rp1 triliun dan laba bersih Rp320 miliar pada tahun ini.

Target tersebut didukung oleh ekspansi JEC Eye Hospitals di Bali.

>>> ANTAM dan Bank Muamalat Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Ekosistem Emas Nasional

Dengan fundamental yang kuat dan akumulasi investor domestik, prospek saham JECX ke depan masih menarik untuk dicermati. Namun, investor tetap perlu mewaspadai volatilitas jangka pendek.