"Ya, pokoknya terungkap ya nanti pastinya banyak yang mau bantu, Mas. Sementara ini Rp20 juta dulu," ucapnya.

Soal alasan sayembara dibuka, Sigit mengatakan pihaknya ingin mempersempit pergerakan Erlan. Pasalnya, pelaku disebut kerap berpindah-pindah lokasi setelah video dan informasi soal dirinya viral di berbagai platform media.

"Karena kan sudah terlanjur viral banyak media yang ngungkap video terduga pelaku, Mas.

Jadi pelaku semakin berpindah-pindah, akhirnya kami inisiatif Mas, inisiatif pribadi untuk mempersempit ruang pelaku bergerak," ucapnya.

"Jadi biar semua netizen peduli akhirnya pelaku nanti kalau lari ke ke mana pun kan akhirnya dia nginfokan ke kita gitu, Mas," imbuhnya.

Sejak sayembara dibuka, sejumlah warganet dan masyarakat mulai memberikan informasi kepada pihak penyidik. Saat ini, informasi tersebut sedang didalami.

"Alhamdulillah banyak informasi yang kami dapat dari netizen dan ini mulai kami dalami informasi-informasi tersebut. Semoga ada yang bisa menuntun kami menangkap pelaku," pungkasnya.

Kronologi Kasus dan Pencarian Erlan

Sekdin Bangkalan RYS (51) ditemukan tak bernyawa secara misterius di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Rabu (24/6).

>>> Polisi Bantah Ada Penembakan di Kantor BGN, Kaca Pecah karena Suhu Panas

Dugaan pembunuhan menguat setelah tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong menemukan sejumlah indikasi kekerasan pada tubuh korban.

Pemeriksaan luar menunjukkan luka robek pada cuping telinga kiri akibat benturan benda tumpul.

Dokter forensik juga menemukan pelebaran pembuluh darah pada kelopak mata dan kebiruan pada bibir yang lazim dijumpai pada korban meninggal akibat mati lemas atau asfiksia.

Pemeriksaan organ dalam memperlihatkan perubahan warna pada lidah, epiglotis, saluran napas bagian atas, hingga dinding lambung.