Ia menyimpulkan bahwa pergeseran menuju kelincahan akan terlihat dalam penampilannya.

"Ini adalah petarung kelas berat baru yang lebih cepat dan lebih lincah yang akan mengubah permainan, dan itu akan dimulai dari saya," ujar Steveson.

Kepribadian media Joe Rogan sebelumnya memuji Steveson di podcastnya, menekankan potensi dampak petarung tersebut di divisi ini.

"Divisi kelas berat sangat kekurangan bakat. Gable Steveson adalah orangnya," kata Rogan.

Rogan menggambarkan Steveson sebagai atlet luar biasa dengan mobilitas tinggi meskipun beratnya 250 pon (115 kg).

"Dia atlet yang luar biasa. 250 pon, bergerak seperti kucing," ujar Rogan.

Rogan juga menceritakan bahwa ia menghubungi CEO UFC Dana White setelah melihat video penampilan Steveson sebelumnya.

"Saya bilang, 'Semua orang akan kalah saat orang ini masuk UFC.' Dia KO lawan dengan pukulan kiri lalu menjatuhkannya saat sudah KO," kata Rogan.

Ia mengungkapkan kekagumannya pada kemampuan striking Steveson yang berkembang dalam waktu singkat.

"Kecepatan yang dimiliki orang ini. Strikingnya sudah sangat bagus, padahal baru belajar striking sekitar setahun," ujar Rogan.

Perjalanan Hidup Elisha Ellison

Ellison, 29 tahun, mantan polisi dan veteran militer, berbicara tentang perjalanan kesehatan mentalnya dalam konferensi pers pra-pertarungan pada Rabu.

Ia mengungkapkan bahwa seni bela diri menjadi pelarian setelah trauma pasca-militer yang parah.

"Saya dulu polisi dan petugas pertama, kami melihat banyak hal," kata Ellison.

Ia menjelaskan bahwa tekanan psikologis yang tidak terselesaikan dari dinas militer memengaruhi kariernya sebagai polisi, hingga ia ditempatkan dalam cuti administratif dan hampir mengakhiri hidupnya.

>>> Conor McGregor Hadapi Tuduhan Penggunaan Steroid Jelang UFC 329

"Saya mengalami banyak hal dari militer. Saya tidak merawatnya secara mental.