Skuad Iran hanya diperbolehkan melakukan perjalanan ke AS pada hari pertandingan dan diwajibkan kembali setelah laga selesai.

Meski menghadapi kendala logistik, Iran tetap mampu tampil kompetitif dengan tidak terkalahkan pada fase grup.

Namun, perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 berakhir pada 28 Juni setelah gagal melaju ke babak gugur.

Kritik Pezeshkian juga muncul di tengah meningkatnya perdebatan mengenai integritas penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Salah satu kontroversi terjadi setelah Trump mengklaim dirinya ikut campur secara langsung dengan meminta Presiden FIFA Gianni Infantino membatalkan sanksi skorsing terhadap penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Klaim tersebut memicu kritik dari sejumlah pihak di dunia sepak bola yang menilai adanya potensi campur tangan politik dalam olahraga.

Mereka mempertanyakan independensi keputusan sepak bola internasional ketika terdapat tekanan dari pihak luar.

>>> Unitwo Sukses Besar di Mommy & Me 2026, Seluruh Produk Bedding Sold Out

Perselisihan antara Iran dan Amerika Serikat pun menambah daftar panjang isu politik yang mewarnai penyelenggaraan Piala Dunia 2026, yang digelar di tiga negara tuan rumah yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.