Polisi Gelar Sayembara Rp20 Juta Tangkap Erlan Kasus Sekdin Bangkalan
Terkait total dana yang terkumpul, Sigit mengonfirmasi nominal yang disepakati untuk publik adalah Rp20 juta, meski kemungkinan dukungan dari pihak lain masih terus bertambah.
Ia mengakui pengejaran terhadap Erlan tidak mudah karena yang bersangkutan diduga masih memiliki jaringan yang menampungnya berpindah-pindah tempat.
>>> Enola Holmes 3 Raih 20,3 Juta Tayangan di Akhir Pekan Perdana, Turun 32% dari Sekuel Sebelumnya
Penyidik saat ini terus mendalami sejumlah informasi dan video CCTV yang dikirimkan masyarakat terkait keberadaan terduga pelaku.
Kronologi Kematian Sekdin Bangkalan
Sebelumnya, Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan RYS (51) ditemukan tak bernyawa di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda pada Rabu (24/6).
Dugaan pembunuhan menguat setelah tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong menemukan sejumlah indikasi kekerasan pada tubuh korban, termasuk luka robek pada cuping telinga kiri akibat benturan benda tumpul.
Dokter forensik juga menemukan pelebaran pembuluh darah pada kelopak mata dan kebiruan pada bibir yang lazim dijumpai pada korban meninggal akibat mati lemas atau asfiksia.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengatakan pihaknya sudah mengantongi nama terduga pelaku dengan inisial E.
Sosok itu diketahui melalui unggahan media sosial terakhir korban dan terduga pelaku.
E diyakini sebagai pria misterius yang terakhir kali bersama korban, sebagaimana terekam dalam kamera CCTV di area Bandara Internasional Juanda Surabaya.
Keduanya diketahui bepergian bersama ke daerah Malang dan Batu beberapa hari sebelum mayat RYS ditemukan.
Risang mengungkapkan jejak keberadaan terduga pelaku sempat terlacak di wilayah Jawa Tengah, meski hingga kini yang bersangkutan diduga terus berpindah-pindah lokasi dan tidak menetap di alamat resminya di kawasan Malang.
Dari hasil penelusuran, E merupakan pria asal Sulawesi Selatan yang pernah bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), lembaga yang telah dibubarkan pada 2004.
Risang menambahkan E juga diduga memiliki rekam jejak keterlibatan dalam tindak penipuan dengan berbagai modus, mulai dari penipuan properti, proyek, hingga jual-beli.
Terkait asal-usul perkenalan antara korban dan terduga pelaku, Risang menduga hal itu bisa berkedok pencarian proyek.
Namun, penangkapan terhadap terduga pelaku menjadi kunci untuk mengungkap kronologi awal hubungan keduanya.
Update Terbaru
IndoBuildTech Expo Part 1 2026 Resmi Dibuka, Tampilkan Inovasi dari 11 Negara
Rabu / 08-07-2026, 23:18 WIB
Menteri Ekraf: Rindekraf Bukti Nyata Dukungan Presiden Prabowo
Rabu / 08-07-2026, 23:18 WIB
Timnas Inggris Krisis Bek Kanan Jelang Hadapi Norwegia
Rabu / 08-07-2026, 23:18 WIB
Backlash Sony Tinggalkan Disc PlayStation, Gamer Protes Keras
Rabu / 08-07-2026, 23:15 WIB
FTISLAND Buktikan Warisan 19 Tahun Rock di Konser Singapura
Rabu / 08-07-2026, 23:14 WIB
BMW X5 Baru Wajibkan Pembeli Awal Bayar Rp17 Juta untuk Hiasan Batu Slate
Rabu / 08-07-2026, 23:14 WIB
Polisi Bongkar Jaringan Perdagangan Anak Jadi PSK di Bekasi dan Jakbar
Rabu / 08-07-2026, 23:14 WIB
Uni Eropa Buka Suara soal Ambisi Trump Caplok Greenland
Rabu / 08-07-2026, 23:14 WIB
IOC Cabut Sementara Penangguhan Rusia, Bisa Ikut Olimpiade Lagi?
Rabu / 08-07-2026, 23:14 WIB
Lantai 2 Kafe de'Clan di Cipete Disegel Polisi Usai Penggeledahan
Rabu / 08-07-2026, 23:14 WIB
Megawati Kunjungi Timor Leste, Akan Terima Penghargaan Tertinggi
Rabu / 08-07-2026, 23:13 WIB
Kesuksesan Space Marine 2 Ubah Segalanya bagi Saber Interactive
Rabu / 08-07-2026, 23:13 WIB
Pengisi Suara Solid Snake David Hayter Tolak Masa Depan Digital Sony: 'No Disc, No Buy'
Rabu / 08-07-2026, 23:13 WIB
Tilly Norwood, Aktor AI Pertama, Debut di Film Layar Lebar
Rabu / 08-07-2026, 23:08 WIB







