Lingkungan penuh kritik dan minim dukungan emosional meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental. Anak yang terbiasa mendengar perasaannya tidak penting berpotensi mengalami kecemasan dan depresi saat dewasa.

Mereka juga kesulitan mengenali serta mengelola emosi secara sehat.

Dalam keluarga yang sangat mengekang, anak sering belajar memendam emosi demi menghindari konflik. Kebiasaan ini terbawa hingga dewasa, membuat mereka sulit menyampaikan kebutuhan, mengungkapkan ketidaksetujuan, atau membicarakan perasaan.

>>> Efek OPEC Tambah Produksi Minyak Dinilai Minim ke Harga BBM RI

Akibatnya, hubungan pertemanan dan romantis lebih rentan mengalami masalah komunikasi.

Menariknya, aturan terlalu ketat tidak selalu membuat anak lebih patuh. Penelitian menunjukkan anak dengan pola asuh otoriter justru lebih berisiko menunjukkan perilaku membangkang atau kenakalan.

Mereka tidak melihat orang tua sebagai figur yang layak dihormati karena hubungan didasarkan pada rasa takut, bukan percaya.

Sebuah studi pada anak usia sekolah menemukan bahwa anak yang diasuh secara otoriter lebih sering menunjukkan perilaku agresif, hiperaktif, menentang aturan, hingga antisosial.

Mereka juga cenderung memiliki kemampuan sosial lebih rendah.

Anak yang tumbuh dalam lingkungan penuh kontrol dan hukuman berisiko lebih tinggi mengalami masalah hubungan sosial.

Sebagian menjadi korban perundungan karena kepercayaan diri rendah, sebagian lainnya meniru pola agresif dan berpotensi menjadi pelaku perundungan.

Saat anak selalu diatur secara ketat, mereka tidak memiliki banyak kesempatan belajar mengambil keputusan dan menghadapi konsekuensi.

Ketika remaja atau dewasa, mereka bisa kesulitan mengelola perilaku, mengatur emosi, maupun menyelesaikan masalah secara mandiri.

Anak yang terbiasa mengutamakan keinginan orang tua di atas kebutuhan sendiri sering tumbuh menjadi pribadi yang sulit mengatakan 'tidak'.

Mereka merasa bersalah saat menolak permintaan orang lain dan cenderung mengorbankan kebutuhan pribadi, sehingga rentan terjebak dalam hubungan tidak sehat.

Dampak pola asuh terlalu ketat tidak hanya berkaitan dengan kesehatan mental. Penelitian menemukan bahwa anak usia prasekolah yang dibesarkan dengan pola asuh otoriter memiliki risiko obesitas lebih tinggi.

>>> Nintendo Switch Online Tambah Wario Land dan Game Klasik Lain Juli 2026

Risiko serupa juga ditemukan pada anak usia sekolah, diduga berkaitan dengan pola pengelolaan stres, kebiasaan makan, dan keterbatasan kemampuan mengatur diri.