Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir diwarnai kontroversi kepemimpinan wasit Francois Letexier.

Pertandingan yang berakhir 3-2 untuk Argentina itu menyisakan protes keras dari kubu Mesir.

>>> 7 Game Populer 2026 yang Terbukti Membayar Saldo DANA, Begini Cara Klaimnya

Letexier menganulir gol Mesir yang dicetak Mostafa Ziko dengan alasan pelanggaran lebih dulu.

Keputusan itu langsung memicu kemarahan pemain dan ofisial Mesir.

Kontroversi berlanjut saat Argentina mencetak gol ketiga.

Kubu Mesir menilai Yasser Ibrahim seharusnya mendapat penalti setelah ditarik di kotak terlarang, sementara Mohamed Salah juga diduga dilanggar di awal serangan.

Namun, Letexier tidak meninjau ulang insiden tersebut melalui VAR.

Situasi ini dinilai inkonsisten karena sebelumnya ia menggunakan VAR untuk membatalkan gol Mesir.

>>> Cara Cek Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Mulai 10 Juli 2026

Reputasi Kontroversial Letexier

Francois Letexier bukan nama asing dalam kontroversi wasit.

Ia sebelumnya menuai kritik dalam laga Ligue 1, termasuk pertandingan Marseille vs Monaco yang penuh keputusan ganjil.

Media Prancis menyoroti standar kepemimpinannya yang tidak konsisten.

Dalam laga Lyon vs Saint-Étienne, otoritas wasit mengakui adanya kesalahan serius terkait pelanggaran terhadap Lucas Stassin yang seharusnya kartu merah.

Di Indonesia, nama Letexier juga kontroversial saat memimpin laga playoff Olimpiade Paris 2024 antara Indonesia dan Guinea.

Ia memberikan dua penalti untuk Guinea, salah satunya dinilai terjadi di luar kotak penalti.

>>> Model AI Open Source Baru Disebut Sama Berbahayanya dengan Mythos

Protes pelatih Shin Tae-yong berujung kartu merah, memicu kemarahan publik sepak bola Indonesia.