Pernah mendengar tanaman yang menghasilkan daun seperti bayam dan buah mirip stroberi? Itulah strawberry spinach, atau dikenal dengan nama ilmiah Blitum capitatum.

Tanaman tahunan ini termasuk dalam keluarga amaranth, sama seperti bit, quinoa, dan bayam. Keunikannya terletak pada penampilannya yang tidak biasa.

>>> Efek Samping Sunscreen SPF 50 yang Perlu Diketahui

Di musim panas, strawberry spinach menghasilkan kelompok buah merah terang di sepanjang batangnya.

Buah ini memang mirip stroberi kecil, tapi rasanya cenderung hambar dan sedikit earthy, tidak semanis stroberi.

Saat tidak berbuah, tanaman ini tampak seperti sayuran hijau dengan daun segitiga berwarna hijau gelap dan sedikit bergerigi.

Cocok ditanam di bedeng sayur maupun sebagai tanaman hias.

Tanaman yang Kembali Populer

Strawberry spinach dulu cukup dikenal di kalangan pekebun, namun perlahan ditinggalkan seiring maraknya sayuran hijau lain. Kini, tanaman ini kembali diminati oleh pecinta tanaman unik dan heirloom.

Daya tarik utamanya adalah satu tanaman bisa memberikan dua hasil panen: daun muda bisa dimakan sebagai sayuran hijau, sementara buah merahnya bisa digunakan untuk menambah warna dan tekstur pada salad.

Meski bukan pengganti stroberi asli, buah ini memberikan sentuhan visual yang menarik pada hidangan musim panas.

Cara Aman Mengonsumsi Strawberry Spinach

Daun muda strawberry spinach bisa dimakan mentah dalam jumlah kecil, namun lebih baik dimasak, terutama bagi yang sensitif terhadap oksalat.

Seperti sayuran hijau lainnya, tanaman ini mengandung asam oksalat dan saponin. Memasak dapat mengurangi kadar oksalat.

Bagi penderita batu ginjal atau asam urat, disarankan berhati-hati.

Buah merahnya juga bisa dimakan, meski lebih sering digunakan sebagai hiasan karena rasanya yang hambar. Bisa ditaburkan di atas salad atau dijadikan garnish.