Megabintang Argentina Lionel Messi memiliki kenangan spesial melawan Mesir.

Pertemuan itu terjadi di Piala Dunia U-20 2005, saat ia untuk pertama kalinya menjadi starter dan mencetak gol perdana di ajang dunia bersama Argentina.

>>> Prabowo Dorong Kampus Top India Buka Cabang di Indonesia

Laga tersebut datang di tengah tekanan besar setelah Argentina kalah 0-1 dari Amerika Serikat pada pertandingan pembuka.

Situasi memanas ketika Presiden AFA saat itu, Julio Grondona, melontarkan kritik keras kepada pelatih Francisco Ferraro karena tidak menurunkan Messi sejak awal.

“Bagaimana mungkin kamu tidak memainkan Messi sebagai starter?” ujar Grondona saat itu seperti dikutip dari TycSport.

Ferraro pun sempat diancam pemecatan.

Namun di balik tensi tersebut, Ferraro punya alasan teknis. Ia mengaku Lionel Messi tidak dalam kondisi terbaik karena mengalami kontraktur otot.

“Saya tidak melihat percikan biasanya, dokter juga bilang dia tidak 100 persen. Saya memilih menyimpannya,” kata Ferraro dalam wawancara.

>>> Momen Argentina Gebuk Mesir 2-0 Jelang 16 Besar Piala Dunia

Keputusan itu berubah saat menghadapi Mesir di laga kedua.

Lionel Messi akhirnya turun sebagai starter dan langsung membayar kepercayaan tersebut dengan gol pembuka pada menit ke-47, membawa Argentina menang 2-0 dan membuka jalan ke babak berikutnya.

Gol tersebut menjadi titik balik karier Messi bersama timnas.

Dalam waktu singkat, ia menjelma menjadi bintang turnamen dengan torehan enam gol, termasuk di semifinal dan final, sekaligus mengantar Argentina menjadi juara dunia U-20.

Sejak saat itu, nama Messi tak lagi sekadar talenta muda.

>>> Pemerintah Sepakati Percepatan Pemulihan Infrastruktur di Bener Meriah

Ia resmi menapaki jalan sebagai ikon sepak bola Argentina yang sukses membawa tim Tango juara Piala Dunia 2022.