Banyak pahlawan anime tidak hanya dikenal karena kemenangan mereka, tetapi juga karena penderitaan luar biasa yang mereka alami.

Sementara penjahat sering memiliki latar belakang tragis, banyak protagonis justru mengalami kehilangan, trauma, dan kesulitan yang lebih besar sebelum memilih untuk melindungi orang lain.

>>> 16 Power-Up Anime yang Disukai Fans Meski Tak Masuk Akal

Pendekatan bercerita ini menjadi ciri khas anime di berbagai genre, mulai dari shonen hingga seinen.

Para penulis menggunakan kesulitan untuk membentuk karakter heroik yang terus maju meskipun kehilangan keluarga, teman, rumah, atau bahkan jati diri mereka.

Pahlawan dengan Penderitaan Paling Mendalam

Guts dari Berserk dianggap sebagai protagonis paling tragis dalam anime. Sejak lahir, hidupnya dipenuhi kekerasan, kehilangan, dan pengkhianatan.

Ia dibesarkan di medan perang tanpa kasih sayang.

Saat bergabung dengan Band of the Hawk, Guts akhirnya merasakan persahabatan dan rasa memiliki. Namun, harapan itu hancur saat Eclipse, salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah anime.

Ia kehilangan hampir semua orang yang dicintainya dalam satu malam mengerikan.

Setelah Eclipse, Guts mendapat Brand of Sacrifice yang membuatnya menjadi target roh jahat. Setiap malam adalah pertempuran untuk bertahan hidup.

Meskipun demikian, ia tidak pernah meninggalkan tekadnya untuk melindungi orang-orang yang tersisa.

Itachi Uchiha dari Naruto awalnya diperkenalkan sebagai penjahat kejam yang membantai klannya sendiri. Namun, kebenaran di balik tindakannya mengungkap pengorbanan yang memilukan.

Pada usia 13 tahun, Itachi diperintahkan oleh pimpinan Desa Daun untuk memusnahkan klannya demi mencegah perang saudara. Ia menerima beban itu untuk menyelamatkan banyak nyawa tak bersalah.

Akibatnya, ia kehilangan orang tua, rumah, dan kepercayaan adiknya, Sasuke.