Dorong anak untuk menepati janji. Keteladanan orang tua yang selalu menepati janji akan membuat anak belajar melakukan hal yang sama.

>>> Studi: Laba-laba Ini Bisa Lari Lebih Cepat dari Manusia Joging

5. Berani mengatakan kebenaran meski sulit

Mengatakan kebenaran tidak selalu mudah. Namun, anak perlu memahami bahwa bersikap jujur tetap penting meski situasinya tidak nyaman.

Sebagai contoh, jika anak mengetahui temannya berbuat curang saat ujian, ia perlu berani menasihati temannya. Jika perilaku itu terus berlanjut, anak bisa meminta bantuan guru.

6. Apresiasi keberanian anak untuk jujur

Saat anak berkata jujur, jangan ragu memberikan apresiasi. Bentuknya tidak harus berupa hadiah, cukup pujian, pelukan, atau ungkapan rasa bangga.

Apresiasi membuat anak merasa bahwa kejujuran adalah perilaku yang baik. Dukungan orang tua juga dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka.

7. Biasakan anak berkata sesuai fakta

Ajarkan anak untuk mengatakan sesuatu sesuai kenyataan.

Mereka tidak perlu memberikan pujian yang tidak tulus atau mengatakan hal yang tidak benar hanya untuk menyenangkan orang lain.

Jika tidak memiliki sesuatu yang baik untuk dikatakan, ajarkan mereka memilih kata-kata dengan bijak atau menahan diri untuk tidak berkomentar.

Cara ini memang sulit, tetapi akan menanamkan nilai kejujuran pada anak.

>>> Rundown Prosesi Pemakaman Ali Khamenei di Iran dan Irak

Itulah tujuh cara menanamkan kejujuran pada anak. Jika diajarkan dengan tepat, anak akan lebih mudah memahami pentingnya berkata jujur dalam kehidupan sehari-hari.