>>> 7 WAGs Piala Dunia 2026 yang Kaya Raya, Ada Aktris Hingga CEO

Penindakan tegas dinilai penting untuk memberikan efek jera sekaligus menjaga wibawa aparat penegak hukum.

Tim Kompolnas telah tiba di Palangka Raya dan dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Katingan. Selain bertemu dengan pihak terkait, tim juga akan meninjau langsung lokasi kejadian perkara.

Insiden itu bermula ketika tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan melakukan operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, pada Rabu (1/7/2026).

Operasi tersebut berakhir tragis setelah ketiga anggota polisi menjadi korban.

Korban pertama yang ditemukan meninggal dunia adalah Aipda Yudhie Perdana Putra. Ia ditemukan dengan luka akibat senjata tajam setelah terlibat dalam operasi penindakan terhadap bandar sabu.

Dua anggota lainnya, yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, sempat dinyatakan hilang setelah insiden penyerangan.

Tim gabungan kemudian melakukan pencarian intensif di sekitar lokasi kejadian dan sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan.

Jenazah Bripda Nopandri ditemukan di DAS Katingan, tepatnya di seberang Desa Tumbang Lahang, pada Sabtu (4/7/2026).

Sehari berselang, jenazah Aiptu Sumaryanto juga ditemukan di Sungai Desa Tumbang Kalemei, sehingga seluruh korban berhasil dievakuasi.

Hasil investigasi yang tengah dilakukan Kompolnas bersama aparat penegak hukum diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kematian ketiga anggota polisi tersebut.

>>> Penampilan Tangan Jun Ji Hyun Jadi Sorotan, Disebut Ungkap Usia Asli

Temuan itu akan menjadi dasar dalam mengusut tuntas pelaku sekaligus memastikan proses penegakan hukum berjalan transparan dan akuntabel.