>>> DPRD Jabar Minta Reaktivasi Bandara Husein Tak Matikan BIJB Kertajati

Ia menegaskan bahwa tim nasional Belgia harus menjadikan situasi ini sebagai motivasi tambahan untuk tampil lebih baik di lapangan.

Di sisi lain, kontroversi ini semakin melebar setelah muncul dugaan adanya intervensi politik dalam keputusan FIFA.

Laporan menyebutkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut melakukan komunikasi pribadi dengan Presiden FIFA Gianni Infantino terkait kasus Balogun.

Pemerintah Belgia juga turut bereaksi terhadap situasi ini.

Wakil Perdana Menteri Belgia Maxime Prevot menyatakan keterkejutannya atas keputusan tersebut dan mempertanyakan dasar pengambilan kebijakan FIFA.

“Jika benar keputusan yang tidak dapat dipahami ini dipengaruhi oleh sebuah panggilan telepon, maka itu jelas melanggar aturan paling dasar dalam olahraga,” kata Prevot.

Kontroversi semakin meluas setelah pihak Amerika Serikat membantah adanya intervensi politik dalam keputusan tersebut.

Duta Besar AS untuk Belgia menegaskan bahwa tidak ada campur tangan Presiden Trump dalam urusan FIFA.

Ia menyebut bahwa Trump tidak pernah mencampuri urusan internal FIFA, dan justru memberikan ucapan terima kasih kepada FIFA setelah keputusan diambil.

Meski demikian, keputusan FIFA tetap menuai perdebatan luas di kalangan publik Eropa.

Banyak pihak menilai kasus ini dapat menjadi preseden buruk bagi penerapan aturan disiplin di turnamen sepak bola dunia.

>>> Menlu Ungkap Alasan Dubes RI Tak Bisa Masuk Prosesi Penghormatan Ayatollah Ali Khamenei

Dengan situasi yang semakin panas, laga Belgia vs Amerika Serikat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 diprediksi tidak hanya sarat tensi di lapangan, tetapi juga di luar lapangan.