Namun, bahan utama ini menghadapi ancaman serius. Dibutuhkan 1.000 hingga 2.000 tanaman anggrek untuk menghasilkan satu kilogram bubuk salep.

Praktik panen ilegal menyebabkan populasi anggrek menurun, sehingga dilindungi oleh Uni Eropa dan CITES. Turki juga melarang ekspor salep asli.

Akibat kelangkaan, banyak produsen beralih ke salep sintetis. Namun, beberapa pembuat dondurma tetap menggunakan salep asli dalam jumlah terbatas sambil mendukung budidaya anggrek berkelanjutan.

"Kami berupaya membuat es krim ini tetap ada. Kami melindungi anggrek liar agar dondurma tidak kehilangan jiwanya," ujar Kemahlı.

Pada 2025, TasteAtlas menobatkan dondurma sebagai hidangan penutup beku terbaik di dunia berkat teksturnya yang kenyal dan ketahanan terhadap panas.

>>> Nintendo Kantongi $14 Miliar, Sony dan Xbox Hadapi Tekanan Industri

Dondurma tetap menjadi salah satu kuliner wajib saat berkunjung ke Turki, bersama kebab dan baklava sebagai ikon gastronomi negara tersebut.