Festival budaya Jepang sering kali ramai dengan cosplayer, merchandise, dan kompetisi cosplay. Namun, di balik kemeriahan itu, banyak pengunjung datang sendirian dan kesulitan mencari teman untuk berbagi hobi.

Dari keresahan itulah Wibufest Indonesia lahir.

>>> Pendaftaran Beasiswa Grab Scholar 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Jadwal

Ketua Umum Wibufest Indonesia, Triwanto Riung, menjelaskan komunitas ini berawal dari Dewan Kewibuan Massa (DKM) yang didirikan pada 31 Januari 2022 oleh para pelajar SMK Negeri 12 Bandung.

Mereka menilai ekosistem acara bertema Jepang masih terasa eksklusif, terutama bagi pengunjung baru. Pada 2023, DKM bertransformasi menjadi Wibufest Indonesia dengan tujuan membangun ruang yang lebih terbuka.

"Wibufest ingin menjadi wadah bagi penggemar budaya Jepang yang datang ke event jejepangan agar tidak perlu datang sendirian.

Harapannya, mereka bisa menemukan teman dengan hobi yang sama," ujar Triwanto.

Bukan Sekadar Komunitas, tetapi Ekosistem Budaya Jepang

Menurut Tri, Wibufest bukan hanya komunitas biasa. Wibufest menjalankan tiga peran sekaligus: sebagai komunitas, penyelenggara acara, dan media informasi budaya Jepang di Indonesia.

"Kalau di Wibufest itu disebut Trias Wibu. Jadi kami aktif menyebarkan informasi event, membangun komunitas berskala nasional di berbagai daerah," jelasnya.

Pada 2023, Wibufest juga menggaungkan kampanye bahwa wibu itu positif. Hal ini bertujuan mengubah stigma negatif terhadap penggemar budaya Jepang.

>>> Cara Menggunakan Soda Api untuk Mengatasi WC Tumpet dengan Aman dan Efektif

"Sebelum 2023 banyak masyarakat yang berpikir wibu itu aneh atau freak. Nah, Wibufest hadir dengan campaign bahwa wibu itu unique, bukan freak," ujar Tri.

Meningkatnya popularitas budaya populer Jepang turut memperkuat kebutuhan akan komunitas seperti Wibufest. Berdasarkan survei Suki Desu pada 2024, Indonesia memiliki lebih dari 50 juta penonton anime.