Ironisnya, Sony lebih dulu mengumumkan langkah menuju era tanpa disc, sementara Microsoft dikabarkan menyiapkan solusi agar koleksi game fisik tetap bernilai.

Jika generasi Xbox berikutnya hadir tanpa drive optik, fitur Disc-to-Digital bisa menjadi pembeda dibanding kompetitor.

Bagi banyak gamer, yang penting adalah jaminan bahwa game yang dibeli tetap menjadi milik mereka.

Hasil polling ini tidak mengejutkan. Meski tren digital meningkat, menghapus media fisik sepenuhnya terasa terlalu terburu-buru.

Game fisik masih memiliki keuntungan seperti koleksi, bisa dipinjamkan, dijual kembali, dan menjadi bentuk preservasi ketika layanan digital tidak lagi tersedia.

>>> Rupiah Melemah ke Rp17.996 per Dolar AS, Sejalan dengan Tekanan Mata Uang Asia

Jika industri ingin bergerak ke masa depan digital, transisi harus dilakukan tanpa mengorbankan hak konsumen.