Direktur Jenderal UAC, Vadim Badekha, pada Mei 2025 menyampaikan bahwa perusahaan memperluas fasilitas produksinya guna memprioritaskan penyelesaian pesanan Iran.

Kebijakan tersebut diperkirakan berdampak pada tertundanya pengiriman sebagian jet Su-35 yang sedianya diperuntukkan bagi Angkatan Udara Rusia selama dua hingga tiga tahun.

Selain Su-35, Iran juga dilaporkan telah memesan 12 unit jet tempur Su-30SM2 yang dijadwalkan mulai dikirim pada pertengahan 2027.

Teheran bahkan disebut menunjukkan ketertarikan terhadap jet tempur siluman generasi kelima Su-57 sebagai bagian dari rencana jangka panjang modernisasi kekuatan udaranya.

Program modernisasi ini dinilai menjadi langkah penting bagi Iran yang selama beberapa dekade masih mengoperasikan pesawat tempur peninggalan era Perang Dingin, seperti F-14 Tomcat, F-4 Phantom II, dan F-5 Tiger II.

Armada tersebut menghadapi berbagai kendala operasional akibat sulitnya memperoleh suku cadang karena embargo internasional.

>>> HBO Max Akan Tayangkan Serial Live-Action Strange: Junji Ito's Tales for Sleepless Nights Musim Gugur Ini

Meski demikian, pengerahan operasional pertama Su-35 di Iran berpotensi mengalami penundaan apabila proyek rekonstruksi infrastruktur di Pangkalan Udara Hamadan belum selesai sepenuhnya.