>>> Bandara Bandar Abbas Iran Kembali Beroperasi Setelah 4 Bulan Terhenti

Menurut UBTech, robot ini belum bisa melakukan pekerjaan rumah tangga atau memasak, dan "untuk saat ini" tidak dirancang untuk hubungan intim.

Meski demikian, U1 diklaim dapat mendiskusikan keseharian pengguna, mengingatkan jadwal minum obat, membantu mendeteksi potensi masalah kesehatan, hingga mengajak menonton pertandingan Piala Dunia bersama.

Penggunaan AI generatif untuk mengatasi kesepian juga terjadi di negara lain.

Di Korea Selatan, boneka bertenaga ChatGPT digunakan di sejumlah panti jompo, sementara perangkat AI berbentuk lampu bernama ElliQ menawarkan layanan pendampingan dan pemantauan keselamatan serupa.

Lian Jye Su, analis kepala Omdia yang berbasis di Singapura, mengatakan bahwa ia melihat ada nilai dari robot pendamping, meski pasarnya masih niche, seperti untuk perawatan lansia atau kesehatan mental.

Namun, ia menekankan robot semacam ini harus lolos uji "uncanny valley," istilah untuk fenomena rasa tidak nyaman yang muncul saat interaksi dengan objek buatan terasa terlalu menyerupai manusia.

Hal tersebut agar robot dapat diterima secara fisik maupun emosional oleh penggunanya.

UBTech mengklaim data yang diproses oleh robot U1 dienkripsi dan tidak akan digunakan untuk melatih model AI perusahaan.

Lebih lanjut, China tercatat menyumbang 85 persen dari total instalasi robot humanoid dunia pada tahun lalu, menurut data bank Barclays.

Pemerintah China telah menetapkan robotika sebagai industri strategis, dengan lebih dari 140 perusahaan yang telah meluncurkan lebih dari 330 model robot humanoid hingga tahun lalu.

Perusahaan-perusahaan ini turut mengembangkan physical AI, teknologi yang memungkinkan robot bergerak dan berinteraksi dengan lingkungan secara otonom.

>>> Zenless Zone Zero di Steam Deck Alami Stuttering dan Drop FPS, 30 FPS Direkomendasikan

Saat ini, sebagian besar demonstrasi yang mengesankan masih diprogram sebelumnya atau dikendalikan dari jarak jauh.