Kementerian Pertahanan Taiwan mengumumkan bahwa akademi militer akan kembali mengadakan kelas patriotisme antikomunis bagi para lulusannya. Program ini sebelumnya dihentikan selama sekitar 24 tahun.

Kelas tersebut dihidupkan kembali karena meningkatnya ancaman militer dan infiltrasi dari China.

>>> Teriakan Dendam Warga Iran di Pemakaman Khamenei: Matilah Amerika!

Kementerian menyatakan bahwa para lulusan perlu memahami ancaman terhadap keamanan nasional dan misi militer, termasuk alasan berperang.

Program pendidikan patriotisme antikomunis resmi dihentikan pada 2002 dan diganti dengan pendidikan patriotisme.

Kini, para lulusan akan mendapatkan kuliah dari pejabat pemerintah, termasuk Mainland Affairs Council, Dewan Keamanan Nasional, Kementerian Kehakiman, dan Academia Sinica.

Tujuannya adalah membangun pemahaman yang jelas mengenai siapa kawan dan siapa lawan. Langkah ini diambil di tengah laporan peningkatan aktivitas angkatan laut China.

Pada masa Perang Dingin, pemerintah Taiwan secara luas menggelar kampanye antikomunis yang menggambarkan China sebagai ancaman.

>>> Persija Lepas 6 Pemain ke TC Timnas Indonesia Jelang Piala AFF

Kementerian Pertahanan China belum memberikan tanggapan, namun China tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan militer untuk mengambil alih Taiwan.

Militer China hampir setiap hari beroperasi di sekitar Taiwan.

Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Taiwan, Joseph Wu, menyatakan bahwa hingga Jumat (3/7), Taiwan melacak lebih dari 110 kapal militer dan kapal penjaga pantai China di sepanjang First Island Chain.

Wu menyebut mobilisasi besar-besaran armada maritim China sebagai tanda jelas ekspansionisme.

>>> Trump Pamer Tanda Tangan di Uang Kertas Baru US$100

Pada Sabtu, Penjaga Pantai China meluncurkan patroli baru di lepas pantai timur Taiwan, yang memicu respons keras dari Taipei.