Hal ini membantu mengurangi badai debu dan meningkatkan kualitas udara di kota-kota yang berada di arah angin, termasuk Beijing.

>>> Selebritas Hollywood Bagikan Kisah Hidup dengan Hewan Peliharaan Adopsi

Perbandingan dengan Hutan Alami

Tembok Hijau Besar pada awalnya tidak dimaksudkan sebagai upaya mitigasi perubahan iklim.

Oleh karena itu, Luo dan rekan-rekannya penasaran untuk melihat bagaimana hutan yang ditanam berperan dalam hal tersebut.

"Hutan tanaman banyak digunakan dalam strategi mitigasi iklim, tetapi sebagian besar model ekosistem global tidak membedakan jenis hutan atau merepresentasikan dinamika terkait usia secara memadai," kata Luo kepada Live Science.

"Kami merasa penting untuk mengklarifikasi bagaimana faktor-faktor ini berinteraksi — tidak hanya untuk pemahaman ilmiah, tetapi juga untuk meningkatkan model dan asumsi yang mendasari kebijakan hutan dan akuntansi karbon di dunia nyata."

Untuk itu, mereka menggunakan data satelit untuk melacak kepadatan kanopi Tembok Hijau, yang dikenal sebagai indeks luas daun, dan membandingkannya dengan hutan alami di China.

Hasilnya mengejutkan: luas daun hutan tanaman meningkat 66 persen lebih cepat dibandingkan hutan alami.

Sebagian besar karena pohon muda tumbuh lebih cepat daripada pohon tua, seperti dicatat Live Science. Hutan tanaman juga dirawat secara aktif oleh manusia, tidak dibiarkan tumbuh sendiri.

Namun, ketika para ilmuwan membandingkan hutan tanaman dan hutan alami dengan usia dan kondisi yang serupa, hutan tanaman tetap tumbuh 4,6 persen lebih cepat.

Perbedaan paling mencolok terjadi ketika pohon tanaman berusia sekitar 30 hingga 40 tahun, sebelum menurun tajam.

Sementara itu, hutan alami tumbuh dengan laju yang lebih lambat tetapi stabil, sehingga lebih baik dalam menyimpan karbon dalam jangka panjang.

"Hutan tanaman bisa menjadi alat jangka pendek yang kuat untuk penyerapan karbon, tetapi keunggulan ini bersifat sementara," kata Luo.

>>> VPN Online Terbaik dan Aman Versi 2026: NordVPN, Surfshark, dan ExpressVPN Unggulan

"Untuk penyimpanan karbon jangka panjang dan ketahanan, hutan alami tetap tak tergantikan."