Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection menghadirkan perubahan besar dalam seri spin-off dengan memberikan protagonis bersuara penuh.

Namun, menurut direktur Kenji Oguro, tim pengembang sempat menjajaki opsi kustomisasi suara sebelum akhirnya memutuskan untuk tidak menerapkannya.

>>> Prediksi Meksiko vs Ekuador di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Dalam wawancara eksklusif dengan Gamer Braves, Oguro mengungkapkan bahwa kustomisasi suara telah diuji selama pengembangan, tetapi tim menyimpulkan bahwa fitur tersebut mengorbankan kualitas performa.

Keputusan ini mencerminkan tujuan studio untuk menghadirkan cerita yang lebih emosional sambil mempertahankan keaslian akting para pengisi suara.

Kustomisasi Suara Diuji tapi Tidak Memenuhi Harapan

Meskipun pemain dapat dengan bebas menyesuaikan penampilan protagonis di Twisted Reflection, suara karakter tetap tetap sepanjang petualangan.

Oguro menjelaskan bahwa ini bukan rencana awal, karena tim bereksperimen dengan memungkinkan pemain memodifikasi suara protagonis agar lebih cocok dengan karakter yang dikustomisasi.

Namun, pengujian tersebut tidak memberikan hasil yang diharapkan pengembang.

“Meskipun tidak mustahil untuk membuat suara juga dapat dikustomisasi, mengubah nada suara secara artifisial atau mekanis akan merusak pesona unik dan nuansa ekspresif yang dibawakan oleh pengisi suara.

Kami benar-benar melakukan tes, tetapi hasilnya tidak bagus,” kata Oguro.

Alih-alih mengorbankan penyampaian emosional dari performa, tim memilih untuk mempertahankan interpretasi satu pengisi suara. Menurut Oguro, pengembang percaya bahwa kualitas performa lebih penting daripada opsi kustomisasi tambahan.

Protagonis Bersuara Mendukung Narasi yang Lebih Gelap

Langkah menjauh dari protagonis diam juga terkait langsung dengan cerita yang ingin disampaikan Twisted Reflection.

Berbeda dengan tema pendewasaan dari dua game Monster Hunter Stories sebelumnya, entri terbaru ini mengikuti seorang Rider berpengalaman yang membawa beban emosional sejak awal.