Review Film Obsession: Ketika Cinta Berubah Menjadi Teror yang Menghantui

Film horor selalu memiliki cara baru untuk membuat penonton merasa tidak nyaman. Setelah berbagai film horor psikologis sukses menarik perhatian dalam beberapa tahun terakhir, Obsession hadir menawarkan premis yang sederhana tetapi sangat efektif: bagaimana jika seseorang memaksakan cinta melalui kekuatan supranatural?

Disutradarai oleh Curry Barker, film ini menjadi debut layar lebar sang sineas setelah sebelumnya mencuri perhatian lewat film horor independen Milk & Serial yang dirilis melalui YouTube. Meski baru pertama kali menggarap film panjang untuk bioskop, Barker membuktikan dirinya memiliki pemahaman kuat dalam membangun atmosfer mencekam sekaligus memainkan emosi penonton.

>>> OPPO Reno16 Series Resmi: AI Snap Key, AI Mind Pilot, dan ColorOS 16

Sinopsis

Cerita berpusat pada Bear (Michael Johnston), seorang pemuda pemalu yang telah lama memendam perasaan kepada sahabat masa kecilnya, Nikki (Inde Navarrete). Selama bertahun-tahun, Bear hanya menjadi teman dekat Nikki dan tidak pernah berani mengungkapkan isi hatinya karena takut ditolak.

Merasa terjebak dalam zona pertemanan, Bear akhirnya mengambil jalan pintas dengan menggunakan sebuah benda mistis bernama One Wish Willow, yang dipercaya mampu mengabulkan satu permintaan pemiliknya. Ia berharap Nikki mencintainya sepenuh hati, bahkan lebih dari apa pun di dunia.

Keinginannya memang terkabul, tetapi dengan cara yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan.

Perasaan cinta Nikki berubah menjadi obsesi yang tidak sehat. Ia menjadi sangat posesif, selalu ingin bersama Bear, dan perlahan menunjukkan perilaku mengerikan yang mengancam keselamatan siapa pun yang dianggap menghalangi hubungan mereka. Apa yang awalnya terlihat seperti kisah cinta impian berubah menjadi mimpi buruk yang penuh darah dan teror psikologis.