Rizal mengungkapkan bahwa gudang baru akan mengadopsi teknologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Teknologi ini memungkinkan beras disimpan hingga hampir dua tahun tanpa fumigasi atau bahan kimia tambahan.

Pembangunan gudang akan dilakukan di 100 lokasi, terdiri dari 52 lokasi di lahan milik Bulog dan 48 lokasi di lahan hibah pemerintah daerah.

Total kapasitas gudang baru diperkirakan mencapai sekitar 900 ribu ton.

Selain membangun gudang baru, Bulog juga berencana merenovasi gudang-gudang lama secara bertahap dengan teknologi serupa. Hal ini bertujuan menjaga kualitas beras selama penyimpanan.

Bulog juga mulai menjajaki perluasan penyaluran, termasuk melalui ekspor beras ke sejumlah negara.

>>> Pemilik Penis Terkecil di Dunia Ditawari Operasi Gratis oleh Dokter Beverly Hills

Wilayah kerja Jakarta-Banten saat ini memiliki 122 unit gudang dengan total kapasitas penyimpanan sekitar 480.337 ton.