Ford menempati peringkat pertama dalam studi kualitas merek mainstream versi JD Power, mengalahkan merek seperti Subaru.

CEO Jim Farley mengaitkan hasil mengejutkan ini dengan perubahan budaya yang dilakukan selama empat tahun.

>>> Ferrari Luce Laku Keras di China Meski Kontroversial

Tiga tahun lalu, Ford berada di posisi ke-15 di antara merek mainstream.

Kini, Ford mencatat rata-rata 152 masalah per 100 kendaraan dalam studi yang menganalisis masalah pada 90 hari pertama kepemilikan.

"Ini hari besar bagi Ford," ujar Farley setelah hasil diumumkan. "Kami bekerja keras selama empat tahun untuk menjadi kisah sukses dalam semalam.

Perjalanan luar biasa ini telah mengubah total pabrik dan sistem operasi kualitas kami."

Studi JD Power hanya memberikan gambaran awal kepemilikan kendaraan baru dan tidak menganalisis masalah setelah 90 hari.

Meski demikian, Ford telah mengeluarkan 51 recall tahun ini, lebih dari dua kali lipat pesaingnya.

>>> BMW Minta Pemilik i3 dan i4 Abaikan Peringatan Baterai Palsu

Namun, Farley mengatakan kepada Yahoo! Finance bahwa biaya garansi Ford turun tahun lalu dan akan terus menurun tahun ini.

Ia juga menyebut "biaya recall menurun" dan "ini akan menjadi cerita keuangan besar bagi perusahaan."

Ford Kini Terobsesi dengan Kualitas

Farley mengatakan Ford harus mengubah budayanya untuk menyamai kualitas pesaing, terutama dari Jepang dan Jerman.

Kini, para pekerja Ford "benar-benar terobsesi dengan semua data" dan "melihat setiap cacat serta memahami penyebabnya."

Ford tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas kendaraan.

Dalam wawancara yang sama, Farley berbicara tentang rencana perusahaan untuk model yang lebih terjangkau, dengan lima atau enam model baru, dimulai dengan pikap listrik seharga kurang dari $30.000.

>>> Subaru Naikkan Harga Garansi Perpanjangan, Sebagian karena Kebijakan Negara Bagian

Ia juga mengungkapkan bahwa Ford kini dapat menyaingi BYD dalam biaya baterai berkat kerja tim skunkworks di California.