Ford Jadi Merek Mainstream Teratas dalam Studi Kualitas Awal JD Power
Ford, yang dikenal sebagai raja recall, justru meraih posisi teratas di antara merek mainstream dalam studi kualitas awal JD Power terbaru.
Pabrikan asal Amerika Serikat itu mencatatkan 152 masalah per 100 kendaraan (PP100), mengungguli Nissan (156) dan Buick (162).
>>> Ram 1500 2027 Hadir dengan Fitur Baru, Bisa Jadi Generator Portabel
Secara keseluruhan, Porsche menjadi yang terbaik dengan hanya 138 PP100, disusul Genesis (151) dan Ford di posisi ketiga.
Studi ini mengukur masalah yang dialami pemilik dalam 90 hari pertama kepemilikan.
Peningkatan Signifikan Ford
Ford mengklaim pencapaian ini merupakan hasil kerja keras selama 16 tahun. Mereka berhasil mengurangi 41 masalah per 100 kendaraan dibandingkan tahun lalu.
Tiga model Ford meraih penghargaan segmen: Mustang, F-150, dan F-Series Super Duty. CEO Jim Farley menyatakan, "Banyak yang meragukan perusahaan Amerika bisa bersaing dalam kualitas, tapi kami berhasil."
Ford menyebut perbaikan pada sistem infotainment dan kolaborasi lebih awal dengan pemasok sebagai kunci sukses. Lincoln, merek premium Ford, juga naik ke peringkat keenam.
Kejutan Lain dalam Studi
Genesis melompat dari peringkat 10 ke posisi kedua dengan 151 PP100, turun dari 183 tahun lalu.
>>> Mazdaspeed AZ-1: Kei Supercar Langka yang Jadi Incaran Kolektor
Lexus turun dari peringkat pertama ke keempat, sementara Land Rover membaik dari 208 menjadi 173 PP100.
Audi, yang menjadi juru kunci pada 2025 dengan 269 PP100, kini turun menjadi 225 PP100 namun hanya naik tiga peringkat.
Infiniti justru menjadi yang terburuk dengan 235 PP100.
BMW mendominasi dengan enam penghargaan segmen, termasuk untuk Seri 2, 5, dan 8.
Pemenang segmen lainnya meliputi Kia K4, Hyundai Sonata, Cadillac CT4, Nissan Rogue, Chevrolet Blazer, dan Subaru Ascent.
Studi JD Power menunjukkan kualitas keseluruhan meningkat tajam, dengan rata-rata turun dari 192 menjadi 175 PP100.
>>> Chevy Silverado HD di Australia Dapat Paket Fifth-Wheel Hitch, Mampu Menarik 8.000 Kg
Namun, masalah infotainment masih menjadi pengganggu terbesar, terutama konektivitas Android Auto dan Apple CarPlay.
Update Terbaru
Tuduhan Narkoba Bode Miller Dibatalkan Setelah Penangkapan di Idaho
Jumat / 26-06-2026, 06:00 WIB
Karen Derrico Akui Ancam Bunuh dalam Rekaman Telepon
Jumat / 26-06-2026, 06:00 WIB
Motor Tercepat di Dunia Capai 100 km/jam dalam 0,4 Detik, Bertenaga Uap
Jumat / 26-06-2026, 06:00 WIB
Hasil Piala Dunia 2026: Bangkit dari Gol Cepat, Ekuador Gebuk Jerman
Jumat / 26-06-2026, 06:00 WIB
Netflix Kantongi Hak Produksi Film Sesame Street
Jumat / 26-06-2026, 06:00 WIB
Apakah Drakor Notes From The Last Row Bakal Lanjut Season 2?
Jumat / 26-06-2026, 06:00 WIB
Rusia Siap Kawal Kesepakatan AS-Iran ke PBB
Jumat / 26-06-2026, 05:57 WIB
Kemhan Evaluasi Total Latsarmil Usai Tiga Calon Manajer Koperasi Merah Putih Meninggal
Jumat / 26-06-2026, 05:56 WIB
Korban Penyekapan 3 Tahun di Bandung Akhirnya Bicara: 'Hukum Seberat Mungkin!'
Jumat / 26-06-2026, 05:56 WIB
TB Hasanuddin: Calon Manajer Kopdes Lebih Butuh Ilmu Manajemen daripada Latsarmil
Jumat / 26-06-2026, 05:56 WIB
Belkin Rilis Power Bank Magnetik 10K dengan Pengisian Nirkabel Qi2.2 dan Layar Bawaan
Jumat / 26-06-2026, 05:56 WIB
Hasil Piala Dunia 2026: Pepe Cetak Dua Gol, Pantai Gading Kalahkan Curacao
Jumat / 26-06-2026, 05:56 WIB
Trump Ancam Hentikan Negosiasi Jika Iran Pungut Tarif di Selat Hormuz
Jumat / 26-06-2026, 05:56 WIB






