Sebaliknya, saat musim dingin, Inuvik mengalami sekitar 30 hari tanpa matahari sama sekali.

Suhu rata-rata turun hingga minus 20 derajat Celsius, bahkan pernah mencapai minus 56,7 derajat Celsius.

>>> Gelombang Panas Ekstrem Bikin Rel Trem di Jerman Meleleh

Meski ekstrem, banyak warga lebih menyukai musim dingin. Aktivitas seperti memancing di atas es, mengendarai mobil salju, dan kereta anjing menjadi hiburan utama.

Kota di Atas Tanah Beku

Seluruh Inuvik dibangun di atas lapisan permafrost, tanah yang membeku sepanjang tahun.

Hampir semua bangunan berdiri di atas tiang-tiang tinggi agar panas dari bangunan tidak mencairkan tanah di bawahnya.

Jika permafrost mencair, fondasi bisa bergeser atau amblas.

Sistem perpipaan pun tidak ditanam di bawah tanah, melainkan terlihat di permukaan dan dibungkus pelindung khusus agar tidak membeku.

Menariknya, meski di kawasan Arktik, Inuvik tergolong daerah kering dan sering disebut sebagai 'gurun dingin'. Curah saljunya relatif sedikit.

Gereja Berbentuk Iglo yang Ikonik

Salah satu ikon Inuvik adalah Our Lady of Victory Church, atau Igloo Church. Bangunan ini berdiri sejak akhir 1950-an dan dirancang menyerupai rumah tradisional Inuit.

Bentuk kubahnya menjadikan gereja ini objek paling banyak difoto di kota. Gereja dibangun dengan teknik khusus agar bertahan di atas permafrost tanpa merusak struktur tanah.

Hingga kini, Igloo Church masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah sekaligus destinasi wisata utama.

Rumah Kaca di Tengah Arktik

Di tengah suhu ekstrem, Inuvik memiliki Inuvik Community Greenhouse.

Rumah kaca ini berdiri di bekas arena hoki es dan menjadi tempat warga menanam sayuran, buah, serta bunga.

Hasil panen dijual atau disumbangkan ke bank makanan setempat.

>>> Tito Bantah Isu Dua Desa di Kalimantan Utara Dicaplok Malaysia

Keberadaan rumah kaca menjadi simbol adaptasi masyarakat terhadap lingkungan keras sekaligus meningkatkan ketahanan pangan di wilayah utara Kanada.