Afrika Selatan harus angkat koper dari Piala Dunia 2026 setelah kebobolan di masa injury time saat melawan Kanada.

Pelatih Hugo Broos secara blak-blakan menyebut timnya kalah dalam hal tenaga dan kecepatan.

>>> 7 Kudapan Kenyal Khas Indonesia yang Bikin Susah Berhenti Makan

"Kami kalah karena kekurangan tenaga dan kecepatan. Bukan hanya kecepatan berlari, tetapi juga kecepatan mengeksekusi permainan," ujar Broos dikutip dari CNA.

Menurut Broos, Kanada bermain sangat cepat dalam membangun serangan, sementara pemain Afrika Selatan butuh waktu terlalu lama untuk mengambil keputusan.

Kompetisi Domestik Jadi Sorotan

Broos menilai akar masalahnya ada pada kompetisi domestik yang belum menghasilkan pemain berstandar sepak bola modern.

>>> Temuan Sementara Dugaan Bunuh Diri Tak Wajar Dokter Icha di NTT

Para pemain lokal dinilai belum terbiasa dengan tuntutan kecepatan berpikir dan kekuatan fisik yang menjadi ciri sepak bola modern.

Ia mengaku sudah sering memperingatkan hal ini, tetapi peringatannya kerap diabaikan oleh pemangku kebijakan.

>>> Brasil vs Jepang: Vinicius Jr. Jadi Ancaman Utama

"Sepak bola modern bukan hanya soal teknik, melainkan juga tenaga dan kecepatan. Jika tidak memilikinya, pertandingan akan sangat sulit," tegas Broos.