Wali Kota Medan sekaligus Ketua Komisariat Wilayah I APEKSI, Rico Tri Putra Bayu Waas, mendorong kolaborasi antardaerah sebagai kunci ketahanan pangan di perkotaan.

Hal itu disampaikan dalam Forum Pangan Nasional Pemerintah Kota se-Indonesia yang digelar di sela Rakernas APEKSI ke-XVIII Tahun 2026.

>>> Cara Cek Status Pencairan Dana Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Juli 2026

Forum yang berlangsung di Hotel Grand Inna Medan, Senin (29/6), dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto.

Rico menekankan bahwa keterbatasan lahan pertanian di kota metropolitan bukan penghalang, melainkan tantangan yang harus dijawab dengan inovasi dan kerja sama.

Rico mengakui Kota Medan bukan daerah penghasil pangan.

Oleh karena itu, Pemkot Medan terus memperkuat kerja sama dengan daerah penyangga seperti Kabupaten Karo, Deli Serdang, dan Serdang Bedagai untuk menjaga pasokan dan menekan inflasi.

"Kuncinya adalah kolaborasi antardaerah agar distribusi pangan dari daerah penghasil ke Medan berjalan lancar tanpa hambatan," ujar Rico.

>>> Biden Kritik Trump Habis-habisan: Pecundang dan Korup

Ia menambahkan forum ini menjadi wadah strategis bagi pemerintah kota untuk bertukar pengalaman dan inovasi pengelolaan pangan.

Salah satu bahasan utama adalah penerapan smart farming dan urban farming yang telah berhasil di sejumlah kota sebagai solusi ketahanan pangan perkotaan.

Sementara itu, Wamendagri Bima Arya mengingatkan pentingnya ketahanan pangan menyongsong bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Bima Arya mendorong pemerintah daerah menerapkan konsep co-creation dengan melibatkan pemerintah, akademisi, swasta, dan masyarakat.

>>> 35 WN India Didakwa Jalankan Judi Online di Dua Vila Bali

Ia juga mengapresiasi komitmen Kota Medan yang menempati peringkat kedua nasional dalam alokasi APBD sektor pangan tingkat kota.