Azure Linux 4.0 memperhatikan kompatibilitas dengan menggunakan DNF5 sebagai package manager.

Juga hadir dengan komponen terbaru seperti Linux Kernel 6.18 LTS, systemd 258, glibc 2.42, Python 3.14, dan OpenSSL 3.5 dengan dukungan post-quantum cryptography.

Azure Linux juga menjadi bagian dari strategi Microsoft yang semakin serius terhadap ekosistem Linux di Windows.

Beberapa waktu lalu, Microsoft mengumumkan WSL Containers yang memungkinkan developer menjalankan container Linux langsung dari Windows tanpa Docker Desktop.

Dengan kombinasi Azure Linux dan WSL Containers, Microsoft ingin menghadirkan workflow yang lebih mulus: develop aplikasi Linux di Windows, uji container lokal, lalu deploy ke Azure tanpa berpindah platform.

Perjalanan Microsoft selama dua dekade terakhir menunjukkan perubahan arah yang menarik.

Dari menganggap Linux sebagai ancaman, kini menjadi salah satu kontributor open source terbesar dan memiliki distro Linux sendiri untuk layanan cloud.

>>> Purbaya Buka Suara Soal Insentif EV Kembali Ditunda ke Agustus

Meskipun Azure Linux bukan distro untuk penggunaan sehari-hari seperti Ubuntu atau Fedora, kehadirannya menegaskan bahwa Linux kini menjadi bagian penting dari strategi Microsoft, khususnya di cloud computing, container, dan pengembangan aplikasi modern.