Airbus juga telah mengubah pesawat untuk pekerjaan kargo.

U145 tidak akan memiliki kokpit fisik, dan akan menyertakan pintu hidung terintegrasi, meja pemuatan yang dapat dilipat, dan lantai kargo khusus.

Pada dasarnya, pesawat ini dibentuk di sekitar bongkar muat, bukan kenyamanan penumpang.

Bayangkan makanan, persediaan medis, peralatan, atau perlengkapan misi bergerak ke tempat-tempat di mana jalan mungkin terhalang atau di mana mendaratkan helikopter berawak membawa risiko tambahan.

Airbus telah memperkenalkan U145, varian tanpa awak dari platform H145 yang terbukti, dioptimalkan untuk logistik otonom dan operasi multi-misi.

Pentingnya untuk Respons Bencana

Sudut lingkungan bukanlah bahwa U145 adalah solusi iklim ajaib. Ini masih platform helikopter, dan helikopter membutuhkan bahan bakar, perawatan, manufaktur, dan regulasi yang hati-hati.

Namun, peran yang mungkin dalam respons bencana itu penting.

Airbus mendaftarkan manajemen bencana dan pemadaman kebakaran di antara misi yang dapat didukung U145, bersama dengan pengawasan dan aplikasi sipil atau militer lainnya.

>>> Rekomendasi Manga LGBTQIA+ untuk Pride Month Juni 2026

Bayangkan kebakaran hutan, zona banjir, atau jalan gunung yang rusak setelah badai. Mendapatkan pasokan ke tempat-tempat itu bisa menjadi perbedaan antara menunggu dan bertindak.

Helikopter tanpa kokpit dapat membantu menjaga pilot keluar dari bagian paling berbahaya dari pekerjaan itu, setidaknya untuk beberapa misi.

Pasar Pertahanan Mengamati

U145 juga hadir di saat angkatan bersenjata sangat memperhatikan pesawat otonom.

Logistik mungkin tidak terdengar dramatis, tetapi memindahkan pasokan dengan aman adalah salah satu masalah tersulit dalam krisis atau konflik apa pun.

Airbus mengatakan desain modular U145 dapat mendukung pengintaian bersenjata, pengawasan, kerja sama awak-tanpa awak, dan bahkan fungsi drone induk untuk efek yang diluncurkan dari udara.