Microsoft baru-baru ini menaikkan harga Xbox Series X|S sekali lagi, sementara Sony telah menaikkan harga PlayStation 5 di beberapa pasar sejak peluncuran.

Nintendo juga telah mengumumkan kenaikan harga untuk Switch 2 di beberapa wilayah.

Meskipun produsen sering melindungi konsumen melalui kontrak pasokan jangka panjang, perjanjian itu akhirnya berakhir.

Ketika komponen pengganti harganya jauh lebih mahal, perusahaan perangkat keras tidak punya pilihan selain menaikkan harga eceran.

Valve baru-baru ini menggemakan kekhawatiran serupa saat membahas harga untuk Steam Machine-nya, mencatat bahwa pemasok memori menawarkan fleksibilitas terbatas selama negosiasi.

Dengan generasi konsol berikutnya diharapkan sebelum harga memori stabil, analis telah mulai memperingatkan bahwa perangkat keras masa depan—termasuk PlayStation 6 yang dirumorkan Sony—dapat diluncurkan dengan harga yang jauh lebih tinggi daripada generasi sebelumnya.

Bagi konsumen, perkiraan Lenovo menunjukkan bahwa kenaikan harga RAM dan SSD mungkin bukan sekadar konsekuensi sementara dari ledakan AI.

>>> 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, New Balance Mulai Rp299 Ribuan

Sebaliknya, hal itu bisa mewakili awal era yang secara fundamental lebih mahal untuk PC, server, konsol game, dan perangkat intensif memori lainnya.