"Kepemimpinan gereja dan anggota benar-benar ingin menekankan bona fides Kristen gereja, dan Gereja Yesus dan Orang-Orang Suci Zaman Akhir menunjuk ke arah itu dengan cara yang tidak dilakukan Mormon dan Mormonisme," jelas Mason.

>>> Tanda Peringatan Kanker Pankreas yang Tidak Boleh Diabaikan

Klaim Hak Cipta dan Argumen Domain Publik

Dokumen hukum menuduh Dehlin dan organisasi podcastnya sengaja dan dengan sengaja menampilkan citra yang dilindungi hak cipta.

Gereja mengajukan gugatan setelah menuduh bahwa Dehlin menolak melakukan perubahan yang cukup untuk menyelesaikan kebingungan publik, bahkan setelah ia mengubah warna logo dan sinar cahayanya.

Mason mencatat bahwa waktu litigasi masih tidak biasa, mengingat nama podcast tersebut tidak menjadi masalah yang jelas selama bertahun-tahun.

Ia menunjukkan ironi lembaga yang bersengketa atas istilah yang secara aktif ingin ditinggalkan.

Dehlin dan organisasinya mengajukan tanggapan hukum yang menolak mundur dari sengketa. Podcaster tersebut menuduh lembaga itu mempersenjatai hukum kekayaan intelektual untuk menekan platformnya.

"Gereja LDS tidak memiliki kata 'Mormon,' dan tidak seharusnya diizinkan menggunakan hukum kekayaan intelektual untuk mengontrol bagaimana orang mendiskusikan budaya, sejarah, doktrin, atau pengalaman hidup Mormon," kata Dehlin.

"Kasus ini menimbulkan pertanyaan penting yang melampaui podcast Mormon Stories," tambah Dehlin.

Dehlin diekskomunikasi pada tahun 2015 karena memperdebatkan doktrin gereja mengenai keilahian Yesus Kristus dan memberi label kitab suci sebagai karya fiksi.

Podcaster tersebut menyatakan bahwa dukungan publiknya untuk pernikahan sesama jenis dan kesetaraan gender juga mempengaruhi keputusan tersebut.

Gugatan balik berargumen bahwa kata tersebut milik publik umum dan lebih dari 400 sekte terpisah yang menelusuri sejarah mereka hingga pendiri Joseph Smith.

"Tidak ada satu gereja pun yang memiliki hak atas kata Kristen, Katolik, Yahudi, atau Muslim.

Demikian pula, tindakan gereja LDS menimbulkan masalah amandemen pertama yang serius yang berdampak lebih dari sekadar Mormon Stories.

>>> Mengapa Peradaban Kuno Membangun Monumen yang Masih Misterius bagi Sains

Ratusan organisasi, gereja, bisnis, situs web, podcast, blog, dan komentator menggunakan kata 'Mormon' secara deskriptif," demikian pernyataan tanggapan Dehlin.