Netanyahu Sebut Kesepakatan Lebanon Sejarah bagi Israel, Tegaskan Zona Keamanan
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat dengan Lebanon sebagai pencapaian bersejarah bagi negaranya.
Menurut Netanyahu, perjanjian tersebut sekaligus menjadi pukulan bagi Iran dan Hizbullah, dua musuh utama Israel.
>>> Apakah Bedak Sachet Viva Bagus? Ini Harga dan Ulasan Pengguna
Pernyataan itu disampaikan Netanyahu dalam pidato yang disiarkan televisi pada Sabtu (28/6), sehari setelah Israel dan Lebanon menandatangani kesepakatan yang membuka jalan menuju perundingan damai.
"Kemarin kami mencapai kesepakatan bersejarah bagi Negara Israel setelah negosiasi langsung antara Israel dan Lebanon," kata Netanyahu dikutip dari Al Arabiya.
"Ini adalah pukulan bagi Iran dan Hizbullah," lanjutnya.
Zona Keamanan Tetap Dipertahankan
Meski menyambut kesepakatan tersebut, Netanyahu menegaskan militer Israel tetap akan mempertahankan kehadirannya di zona keamanan yang dibentuk sekitar 10 kilometer di dalam wilayah Lebanon selatan.
Menurut dia, pasukan Israel akan tetap berada di kawasan tersebut hingga Hizbullah dan kelompok bersenjata lain dilucuti sepenuhnya.
>>> 3 Rekomendasi Setrika Uap Cepat Panas, Daya Mulai 800 Watt
"Kami akan tetap berada di wilayah itu sampai Hizbullah dan kelompok teroris lainnya dilucuti senjatanya," ujar Netanyahu.
Ia juga mengklaim bahwa AS dan Lebanon telah mengakui hak Israel untuk mempertahankan zona keamanan di wilayah Lebanon selama langkah tersebut masih diperlukan demi menjamin keamanan negaranya.
"Kami akan terus menguasai zona keamanan ini sampai Hizbullah dan seluruh organisasi teroris lainnya benar-benar dilucuti senjatanya dan tidak lagi menimbulkan ancaman terhadap Israel dari wilayah Lebanon," katanya.
Kesepakatan yang diumumkan pada Jumat (27/6) itu dimediasi oleh Amerika Serikat dan disebut sebagai langkah awal menuju perundingan damai antara Israel dan Lebanon, dua negara yang secara teknis masih berada dalam kondisi bermusuhan selama beberapa dekade.
Pernyataan Netanyahu mengenai keberlanjutan kehadiran pasukan Israel di wilayah Lebanon berpotensi menjadi tantangan tersendiri bagi implementasi kesepakatan tersebut.
>>> 4 Rekomendasi Lipstik Glossy Tahan Lama hingga 36 Jam
Isu kedaulatan wilayah dan perlucutan senjata Hizbullah selama ini menjadi salah satu persoalan paling sensitif dalam hubungan kedua negara.
Update Terbaru
Polisi Benarkan Tato Wajah dan 'Love Taufik' di Tubuh Korban YTR
Minggu / 28-06-2026, 18:35 WIB
Rekor Baru Piala Dunia 2026: 215 Gol Tercipta di Babak Grup
Minggu / 28-06-2026, 18:35 WIB
Said Iqbal: Rencana Relokasi 2 Pabrik ke Vietnam Berhasil Ditekan
Minggu / 28-06-2026, 18:35 WIB
Kejuaraan Pencak Silat Piala Presiden 2026 Resmi Ditutup
Minggu / 28-06-2026, 18:35 WIB
Kenapa Muharram Identik dengan Anak Yatim? Ini Sejarah dan Keutamaannya
Minggu / 28-06-2026, 18:35 WIB
4 Sepatu Sekolah Hitam Awet Setahun, Murah dan Anti Jebol
Minggu / 28-06-2026, 18:32 WIB
Kim Mu Yeol dan Heo Nam Jun Saling Dukung Usai Drama Masing-masing Viral
Minggu / 28-06-2026, 18:32 WIB
Regenerative Aesthetics: Tren Perawatan Kulit dengan DNA Ikan Trout
Minggu / 28-06-2026, 18:32 WIB
Lara Spencer Debut sebagai Pembawa Acara Spesial Konser CMA Fest di ABC
Minggu / 28-06-2026, 18:28 WIB
Wasit Wanita Meksiko Katia Itzel Garcia Pimpin Laga Pria di Piala Dunia
Minggu / 28-06-2026, 18:28 WIB
Phoenix Suns Resmi Rekrut Mark Williams dengan Kontrak $38 Juta
Minggu / 28-06-2026, 18:28 WIB
Gracie Abrams Rilis Single Baru 'Look at My Life'
Minggu / 28-06-2026, 18:28 WIB
7 Aplikasi Terpercaya 2026 untuk Dapatkan Saldo Dana Gratis
Minggu / 28-06-2026, 18:27 WIB
4 Tablet RAM 8GB Rp1 Jutaan dengan Layar Tajam dan Baterai Jumbo untuk Sekolah
Minggu / 28-06-2026, 18:27 WIB






