Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyoroti prosesi adat yang dijalani Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Kedatun Keagungan Lampung, Sabtu (27/6/2026).

Dalam acara tersebut, Jokowi resmi dianugerahi gelar adat “Baginda Pemuka Bangsa” setelah menjalani ritual menginjak kepala kerbau.

in1

>>> Tragedi Kopdes: Lima Calon Manajer Meninggal, Menkop Disindir Cuci Tangan

Jhon menilai aksi itu memiliki makna simbolik yang lebih dalam. Menurutnya, Jokowi seolah merendahkan “rumah politik” yang dulu membesarkannya.

"Jokowi tidak sedang menginjak kepala banteng, tapi merendahkan rumah yang dulu membesarkannya lewat simbol adat," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Minggu (26/6).

"Begitulah PENGHIANAT, dendam dihatinya tidak akan selesai. Isi kepalanya penuh dengan AMARAH yang dibungkus dengan wajah yang DUNGU dan PLANGA PLONGO," imbuhnya.

>>> Putra Curtis Stone Raup Rp160 Juta per Show di Tur Disney

Makna Ritual Adat Lampung

Dalam pakem budaya masyarakat adat Lampung Pepadun, ritual yang melibatkan kepala kerbau memiliki filosofi sakral.

Kerbau merupakan hewan kurban paling tinggi nilainya dalam adat Lampung. Menyembelih kerbau menandakan pengorbanan besar dan wujud rasa syukur atas tercapainya suatu urusan besar.

Menginjak kepala kerbau atau menerima suapan nasi adat merupakan penanda sahnya seseorang dinobatkan dan naik status sosialnya menjadi bagian dari keluarga besar adat (Penyimbang).

>>> 4 Tahun Kerja Keras Berbuah Manis, Kisah Timnas Kongo Guncang Piala Dunia 2026

Pemimpin adat setempat, Sultan Seghayo Dipuncak Nur (Mawardi Harirama), menjelaskan bahwa seluruh rangkaian acara ini membawa nilai Nemui Nyimah, yaitu penghormatan tinggi kepada tamu agung dan upaya mempererat silaturahmi.