Bandar Lampung – Safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Lampung diwarnai aksi unjuk rasa.

Ratusan massa yang didominasi ibu-ibu berpakaian gamis hitam memadati Bundaran Adipura pada Sabtu (27/6/2026).

in1

>>> Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, Netizen Ramai Berkomentar

Massa tergabung dalam Forum Suara Masyarakat Lampung (FSML).

Mereka tak hanya berorasi, tetapi juga mengancam akan melakukan long march menuju Gedung Rimbawan, lokasi Rakorda PSI yang dihadiri Jokowi.

Teriakan “Usir Jokowi!” menggema di tengah kerumunan.

Perwakilan FSML, Merry, membacakan tuntutan yang menyoroti dugaan pelanggaran HAM masa lalu dan lemahnya penegakan hukum selama 2014–2024.

Ia menyinggung tragedi KM 50 dan kerusuhan di depan Bawaslu pada Pemilu 2019. Menurut Merry, kedua peristiwa itu hingga kini belum memberikan rasa keadilan hukum yang hakiki.

>>> Tamu Taylor Swift dan Travis Kelce Masih Bingung Lokasi Pernikahan

“Kami mencatat beberapa peristiwa kelam, termasuk tragedi KM 50 dan insiden kerusuhan demonstrasi di depan Kantor Bawaslu RI pada Pemilu 2019 lalu, yang hingga kini belum memenuhi rasa keadilan hukum yang hakiki,” ujar Merry di tengah massa.

Selain itu, polemik keabsahan ijazah Jokowi kembali diangkat. Merry menilai Jokowi seharusnya sejak awal membuka diri dengan menunjukkan dokumen pendidikan agar polemik tidak berlarut.

“Kami sangat menyayangkan Pak Jokowi tidak berkenan menunjukkan ijazahnya di depan publik. Seharusnya hal sesederhana itu bisa dilakukan agar tidak terus menimbulkan pertikaian dan polemik berkepanjangan,” tegasnya.

FSML juga mempertanyakan urgensi safari politik Jokowi ke berbagai daerah mengingat statusnya yang sudah purnatugas.

>>> Pramono Ungkap Makna Logo HUT Ke-500 Jakarta: Simbol Kota Global

Mereka mendesak Jokowi menyelesaikan “utang persoalan bangsa” di masa lalu ketimbang sibuk melakukan konsolidasi politik bersama partai.