Empat suku bergabung menjadi satu, berdansa bersama-sama, menjadi sahabat-sahabat," tuturnya.

Kehadiran peserta dan tamu dari Timor-Leste serta Australia turut memperkuat semangat persahabatan lintas negara. Tito menyebut festival ini menjadi ruang mempererat hubungan Indonesia dengan negara-negara tetangga.

in1

"Melalui festival ini, saya bangga menjadi bagian dan bisa menyaksikan saksi sejarah di Belu, NTT, dengan seni dan budayanya," tandasnya.

Ia menambahkan, keberagaman tenun, tarian, dan bahasa di Belu tetap bersatu dalam satu bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tito berharap festival ini tidak hanya menghibur, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi pengunjung.

Dirinya optimistis penyelenggaraan Festival Fulan Fehan akan semakin meriah pada tahun-tahun berikutnya. Skala acara diharapkan terus berkembang seiring bertambahnya jumlah pengunjung dan dukungan dari berbagai pihak.

"Semoga tahun depan atau di tahun berikutnya, Festival Fulan Fehan akan menjadi festival internasional," pungkas dia.

Pembukaan Festival Fulan Fehan IV juga dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Belu Willybrodus Lay, dan Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian.

>>> Elektrifikasi KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Ditargetkan Rampung 2027

Turut hadir Wakil Kepala Staf Kepresidenan Republik Timor-Leste Graziela Fatima Liu Soares, Sekretaris Negara Bidang Seni dan Kebudayaan Republik Timor-Leste Jorge Cristovao, serta Wali Kota Darwin, Australia, Peter Styles.