Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa penertiban parkir liar akan terus dilakukan di seluruh wilayah ibu kota, tanpa terkecuali.

Hal ini juga berlaku bagi mobil-mobil mewah yang melanggar aturan di kawasan elite seperti Senopati, Jakarta Selatan.

in1

>>> Korsel Latih 500 Ribu Prajurit Operasikan Drone Hadapi Korut

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono menanggapi penertiban parkir liar di Senopati yang sempat menuai keluhan dari sejumlah pemilik kendaraan.

"Kemarin ketika di Senopati ada mobil-mobil mewah yang ditertibkan, karena merasa selama ini mobil mewah tidak pernah tersentuh," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (26/6).

"Begitu ditertibkan merasa bahwa Pemerintah DKI Jakarta tidak melakukan pemberitahuan kepada mereka," sambungnya.

Senopati dikenal sebagai salah satu titik pergaulan elite di Jakarta Selatan. Kawasan di pinggir SCBD itu memiliki sejumlah klub dan tempat makan kelas atas.

Namun, pengunjung yang umumnya bermobil mewah tidak didukung lahan parkir yang memadai, sehingga kendaraan sering meluber di pinggir jalan.

>>> Link Live Streaming Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026

Pramono menegaskan bahwa penertiban parkir bukan hanya program sesaat, melainkan akan dilakukan secara rutin oleh Pemprov DKI Jakarta.

Ia memahami bahwa setiap penertiban parkir liar pasti menimbulkan pro dan kontra. Namun, pihak yang biasanya mengeluh adalah mereka yang ketahuan bersalah.

"Pasti ada yang puas, pasti ada yang tidak puas. Terutama yang tidak puas yang ditertibkan," ujarnya.

Lebih lanjut, Pramono menegaskan tidak ada perlakuan khusus dalam penegakan aturan parkir. Semua kendaraan yang melanggar akan ditindak tanpa melihat jenis atau harga.

>>> Link Live Streaming Cape Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026

Oleh sebab itu, ia memastikan penertiban parkir liar akan terus berlanjut di berbagai wilayah Jakarta.