Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menempatkan peningkatan kualitas hidup warga sebagai bagian dari transformasi.

Perbaikan layanan pendidikan, kesehatan, ruang publik, dan layanan digital menjadi fondasi menuju Jakarta yang lebih siap menghadapi masa depan.

in1

Rano menambahkan, pembangunan kota tidak cukup hanya menghadirkan infrastruktur baru. Kualitas sumber daya manusia tetap menjadi faktor utama dalam mendukung posisi Jakarta sebagai kota global.

HUT ke-499 juga menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian pembangunan setiap tahun. Pemerintah ingin memastikan target tercapai secara bertahap sesuai kebutuhan kota dan kemampuan anggaran.

"Enggak ada Jakarta dibikin langsung dalam proyek lima tahun," tegas Rano.

Menjelang usia lima abad, pemerintah mulai menyiapkan berbagai agenda menuju 2027. HUT ke-499 menjadi awal untuk memperkenalkan arah pembangunan yang akan dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya.

Perayaan HUT ke-499 dipusatkan di Bundaran HI pada 27 dan 28 Mei 2026 dengan penutupan jalan sejak sore hingga larut malam.

Pekan Raya Jakarta yang menyertainya ditargetkan menghasilkan delapan triliun rupiah bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

"Ini untuk apa? Untuk menyampaikan kepada masyarakat Jakarta, bukan hanya kemeriahannya, tapi ini Jakarta milik kita bersama loh," tutur Rano.

Pesan itu sejalan dengan tagline Jaga Jakarta yang diusung Pemprov DKI. Rano mengingatkan, keamanan kota tidak bisa dibebankan kepada aparat saja tanpa kepedulian warga menjaga kebersihan dan ketertiban.

Ia berharap transformasi yang dimulai dari HUT ke-499 ini bisa dirasakan dampaknya secara nyata dalam masa jabatannya bersama Gubernur Pramono Anung.

>>> Maradona: Doping di Piala Dunia 1994 dan Perjuangan Melawan Narkoba

"Dalam masa waktu 4-5 tahun yang memang ada di kita, mudah-mudahan itu bisa kita berikan," tutup Rano.