Di titik terendah, ia sempat koma akibat overdosis kokain. Ia terbangun melihat putrinya Gianinna yang berusia empat tahun memintanya berhenti.

Pada 2015, Maradona mengaku berhasil mengalahkan kecanduan narkoba.

in1

Ia meninggal karena serangan jantung pada 25 November 2020, dan hasil autopsi menunjukkan tidak ada alkohol atau narkoba dalam tubuhnya.

Kasus Doping di Piala Dunia 1994

Selain narkoba, kasus doping Maradona menjadi catatan kelam sepak bola dunia. Ia dikenal sebagai salah satu pemain terbaik di masanya.

Di Piala Dunia 1994, Maradona mencetak satu gol saat Argentina mengalahkan Yunani 4-0. Ia juga membuat assist saat menang 2-1 atas Nigeria.

Setelah laga melawan Nigeria, Maradona menjalani tes doping dan terbukti positif menggunakan efedrin. Efedrin adalah obat yang dilarang FIFA karena bisa meningkatkan performa dan membantu menurunkan berat badan.

Maradona diusir dari Piala Dunia 1994 dan harus meninggalkan Amerika Serikat lebih cepat. Pada 30 Juni 1994, ia mengaku dipermainkan FIFA dan mendapat hukuman 15 bulan larangan bermain.

>>> Pembaruan Software Galaxy A54 Hadirkan Patch Keamanan Juni 2026

Argentina hanya bertahan hingga babak 16 besar setelah kalah 2-3 dari Rumania. Usai rehabilitasi, Maradona kembali ke sepak bola dengan segala kontroversinya.