Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa pembangunan kota berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan pemerintah pusat.

Sinergi lintas sektor tersebut menjadi strategi utama Jakarta dalam mewujudkan target sebagai kota global yang berdaya saing sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

in1

>>> Nick Cannon Peringati Ulang Tahun Mendiang Putranya, Zen

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan salah satu indikator keberhasilan transformasi Jakarta menuju kota global terlihat dari peningkatan peringkat Global City Index.

Menurut dia, setelah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan dirinya dimulai pada Februari 2025, posisi Jakarta mengalami kenaikan dalam waktu kurang dari setahun.

"Jakarta harus masuk ke dalam top 50. Karena ini target.

Kita dilantik tanggal 20 Februari 2025. Dalam delapan bulan bekerja, indeks Kota Jakarta meningkat dari peringkat 74 menjadi 71.

Saya sangat yakin dalam tahun ini, mungkin sekitar Oktober, Jakarta bisa mendekati peringkat 65," kata Rano dalam talkshow Indonesia Forward dengan tema 'Jakarta 499: Melangkah ke Era Baru Kota Dunia', Jumat (26/6).

Menurut Rano, peningkatan peringkat tersebut bukan sekadar mengejar pengakuan internasional, tetapi menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta.

"Apa target kita kalau masuk ke dalam global? Tentu kita akan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Tidak ada gunanya kita membangun gedung, tapi kalau manusianya gagal," ujarnya.

Ia mencontohkan salah satu capaian pembangunan adalah penurunan jumlah Rukun Warga (RW) kumuh di Jakarta.

Berdasarkan data yang disampaikan Rano, jumlah kawasan RW kumuh berhasil ditekan hingga sekitar 50 persen dalam kurun waktu satu tahun.

"Dulu RW kumuh di Jakarta lebih dari 400. Dalam satu tahun kita bisa menurunkan sekitar 50 persen menjadi 211 RW kumuh.