"Tambah Rp30 triliun, kan berarti Rp170 triliun dibalikin lagi ke Rp200 triliun. Itu yang sampai akhir tahun, fixed.

>>> Pelatih Jerman Tenang Usai Dipermalukan Ekuador di Piala Dunia 2026

in1

Namun yang fleksibel yang bisa kita keluarkan langsung, Rp70 triliun sampai Rp100 triliun lagi. Total Rp400 triliun sekian," ujar Purbaya.

Purbaya menjelaskan penarikan dana SAL dari Himbara dilakukan sekitar dua pekan lalu setelah adanya instruksi.

Namun, saat dana ditarik, bank-bank pelat merah ternyata kesulitan menggantikan sumber likuiditas tersebut, sehingga pemerintah memutuskan mengembalikannya.

"Kan dua minggu yang lalu saya dapat instruksi. Sudah mulai sedikit-sedikit saya ambil, saya minta diisi, rupanya enggak bisa ngisi.

Ya sudah, panik, baru balik lagi ke saya," ujar Purbaya.

Dia menambahkan, pengembalian dana SAL ke Himbara juga dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga perputaran ekonomi.

"Ini juga atas petunjuk Bapak Presiden. Dia ingin ekonomi jalan," ujar Purbaya.

Adapun bank pelat merah yang menerima penempatan dana tersebut meliputi Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI.

Menurut Purbaya, pemerintah belum berencana menambah bank lain karena likuiditas dari Himbara akan mengalir ke seluruh sistem keuangan melalui pasar antarbank.

"Kalau mereka cukup, otomatis uangnya akan mengalir ke sistem keuangan, baik melalui pasar interbank maupun ketika dana pinjaman berpindah ke bank lain.

Jadi kita memaksa sistem finansial kita hidup melalui invisible hand yang kita kendalikan," ucap dia.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sempat menarik secara bertahap dana SAL dari bank BUMN atau Himbara.

Penarikan kembali dana mengendap pemerintah itu diungkap Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti.

>>> Buron Most Wanted China Kasus Online Scam Ditangkap Polri

"Secara bertahap, iya (sudah dikembalikan)," ujar Astera kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (24/6) dikutip Detikfinance.