Setelah itu, Tesla dan Musk menandatangani perjanjian baru pada April 2026 yang mengubah opsi saham tersebut menjadi saham terbatas.

Berdasarkan perjanjian itu, Musk baru bisa memperoleh penuh saham tersebut apabila tetap menjabat sebagai CEO Tesla atau eksekutif yang bertanggung jawab atas pengembangan produk maupun operasional perusahaan hingga Januari 2028.

in1

Meski demikian, Forbes menilai Musk masih berpeluang kembali menyandang status triliuner.

Pasalnya, kontributor terbesar kekayaannya masih berasal dari kepemilikan sekitar 38 persen saham SpaceX yang saat ini bernilai sekitar US$796 miliar atau Rp14.267,10 triliun.

Artinya, jika valuasi SpaceX kembali menguat, kekayaan Musk berpotensi kembali menembus angka US$1 triliun.

Di luar itu, Musk tetap mempertahankan posisinya sebagai orang terkaya di dunia.

Nilai kekayaannya masih tiga kali lipat lebih besar dibandingkan orang terkaya kedua, yakni salah satu pendiri Google Larry Page.

>>> Pria Michigan Didakwa Curi Dua Konsol Nintendo Switch 2 Saat Kunjungan Piala Dunia

Page yang diperkirakan memiliki kekayaan sekitar US$284 miliar.