'Itu membuat saya sadar bahwa setiap orang memiliki Iban-ri mereka sendiri,' kata Lee.

Lee menegaskan bahwa ia tidak melihat 'Manok' sebagai cetak biru representasi queer di Korea. Yang ia inginkan hanyalah lebih banyak—dan lebih beragam—cerita.

in1

'Film queer sebenarnya bukan genre, tetapi karena hanya ada sedikit karya, 'queer' telah menjadi label,' katanya. 'Saya ingin melihat film thriller queer, misteri queer, drama keluarga queer.

Saya hanya ingin jangkauan yang lebih luas, sebagai penonton dan pembuat film.'

Saat ini, ia sedang menulis film independen yang lebih personal tentang kehilangan dan kematian seorang teman, serta bermimpi tentang proyek masa depan yang menggabungkan komedi dengan misteri atau drama keluarga.

Namun, jejak neon Manok di desa Chungcheong yang sepi mungkin telah membuka pintu kecil. Lee berharap penonton—queer atau tidak—meninggalkan bioskop merasa 'sedikit tidak sendirian.'

'Bahkan jika seseorang menonton sendirian di pemutaran pagi yang sepi, saya ingin mereka keluar merasa sedikit kurang kesepian.

>>> Desainer Karakter Oshi no Ko Buat Ilustrasi Spesial Rayakan 1 Juta Pengikut di X

Maka Manok telah melakukan tugasnya,' pungkasnya.